27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Selama Pandemi, Banyak Ibu Hamil Takut Kontrol ke Dokter

Para narasumber talkshow humanity

Di masa pandemi yang tidak kunjung usai ini, membuat banyak sebagian warga yang masih qgelisah, namun disatu disisi ada juga masyarakat yang tidak menghiraukannya, sehingga semakin banyak ditemukan kasus yang beragam, khususnya bagi Ibu Hamil di masa pandemi ini.

Namun diantara kasus yang ada, banyak para Ibu hamil baik yang baru akan melahirkan, maupun yang sudah pernah melahirkan, memiliki rasa keragu raguan yang tinggi, akan kondisi kesehatan mereka, mengingat banyaknya informasi yang simpang siur tentang virus Covid 19, membuat mereka ketakutan dan enggan ke rumah sakit, karena takut terjangkiti Virus Covid19 kalau datang ke rumah sakit.

Dikatakan dr. Syafril Vika SpOG “kegelisahan dan juga rasa was was yang dirasakan para Ibu Hamil, memang tergolong wajar,apalagi bagi Ibu Hamil yang masih baru, karena mereka belum mengalaminya, sehingga timbul rasa ketakutan yang berlebihan, bukan hanya takut dirinya tertular Covid 19, tapi juga takut virus ini juga menulari calon bayinya, padahal hal itu tidak selalu benar, karena walau darah anak terindikasi kena virus, bukan berarti sang bayi dipastikan kena Covid, karena penularan Covid hanya bisa terjadi pada cipratan ludah,batuk, sentuhan tangan dan juga inhaler ( udara ) unkapnya.

Hal itu disampaikan dr Syafril Vika SpOG, dalam Talkshow Humanity yang diadakan “Aksi Cepat Tanggap” bersama Rumah Sakit Cempaka Putih dan Radio Mercury 96FM, pagi tadi (26/10) bersama dr. Candra Damayanti SpOG dengan tema “Kelahiran Pertama di Masa Pandemi”

Hal serupa juga disampaikan oleh dr Candra Damayanti SpOG, “akhir akhir ini sering ditemukan pasien yang masuk ke rumah sakitnya, dalam kondisi akan melahirkan, bahkan sampai ada yang kelewatan tanggal, sehingga ditemukan Ibu hamil dengan kondisi ketuba yang sudah pecah, ketuba yang sudah keruh, serta beragam keluhan, mulai sakit kepala , tensi tekanan darah tinggi , aliran darah menurun , oksigen kurang , ginjalnya kurang berfungsi, dan ini sangat beresiko pada kondisi pisik ibu dan bayi” ungkapnya.

Covid memang ada, covid memang berbahaya, namun covid bukan satu satunya penyebab kematian ibu anak. Namun kematian juga bisa terjadi akibat pendarahan, jantung , darah tinggi , dan juga penyakit penyakit lainnya .
Oleh karenanya hindari berita berita yang tidak bisa dipercaya , karena jika ini terus dibiarkan, akan mempengaruhi daya tahan Ibu, akibat rasa ketakutan yang berlebihan Ibu hamil menjadi mudah sakit , psykisnya mudah tergangu ,sehingga mudah terjangkiti covid, demikian dr Syafril menegaskan.

Ibu hamil bisa OTG meskipun tanpa gejala, begitu juga dengan suami, oleh karenanya, pemeriksaan pada Ibu hamil sebaiknya terus dilakukan, kususnya di triwulan pertama triwulan kedua dan ketiga, paling tidak bisa dilakukan sebanyak 3 – 6 kali selama masa kehamilan, jika tidak resikonya cukup tinggi , apalagi jika Ibu yang hamil memiliki penyakit bawaan seperti diabetes , hipertensim, jantung dan juga penyakit komplikasi lainnya.

“Daya tahan tubuh Ibu pada awal kehamilan secara physiologis sering berpengaruh, terutama pada 3 bulan pertama dan 3 bulan terakhir. Perubahan hormonal bagi ibu yang baru hamil, secara phiskologis mempengaruhi jiwa sang ibu, sehingga timbul rasa tidak nyaman, emosional yang kadang tidak terkontrol, daya tahan tubuh jadi berubah. Beban bayi yang semakin membesar membuat kontraksi, takut melahirkan, karena mendengarkan berita orang lain. Semua akan dialami oleh mereka para Ibu yang akan melahirkan, dan ini tentu menimbulkan beban phiskologis bagi Ibu. Jika dibiarkan akan mempengaruhi perkembangan janin. Oleh karenanya peran keluarga dan terutama suami sangat dibutuhkan, minimal suami harus mendampingi istri untuk selalu menghibur dan diajak untuk selau berpikir postif dan tenang” tambah dr Syafril Vika .

Sementara itu dr .Candra menambahkan di era pandemi seperti saat ini sebaiknya para Ibu tidak usah takut untuk kontrol ke dokter, karena tidak semua Ibu hamil memiliki karakter yang sama, dan tentu semua dibutuhkan penanganan yang berbeda pula. Apalagi bagi Ibu Ibu yang memeiliki penyakit bawaan, seperti hipertensi, jantung, diabetes atau mungkin mengalami pendarahan, karena jika dibiarkan ini sangat berisko pada kematian, tidak hanya pada bayi saja, namun juga Ibunya.

Dengan melakukan kontrol secara rutin minimal 6 kali selama masa kehamilan, paling tidak dokter bisa melakukan screening, misalnya pada ibu yang terkena hipertensi, Apakah resiko yang dimiliki oleh Ibu ini tergolong resiko rendah atau resiko tinggi, Dengan begitu dokter bisa melakukan tindakan lebih dini, dengan memberikan obat obatan yang disarankan, sehingga bisa menekan resiko yang bakal terjadi.

“Ada step step yang musti dilakukan pemerikasaan secara general , jika ibu mempunyai resiko. Bahaya bagi ibu yang tidak pernah kontrol, dikuatirkan nanti kena komplikasi ,dan berisiko bagi bayi dan ibunya” demikian dr. Syafril Vika menandaskan.

Sementara dr Candra Damayanti berpesan “yang terpenting menjaga kesehatan, prinsipnya memelihara daya tahan tubuh, banyak istirahat ,jalankan protocol kesehatahan seketat mungkin, stay at home, tetap memakai masker , cuci tangan dan menghindari keramaian dan tetap rutin kontrol ke dokter”.( Zak )