20/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Januari, Ekspor Jatim Naik 3,90 Persen

Kenaikan ekspor Jawa Timur pada Januari 2018 merupakan awal yang baik untuk terus meningkatkan perdagangan luar negerinya dari bulan ke bulan selanjutnya pada 2018

Surabaya, KabarGRESs.com – Januari 2018 ekspor Jawa Timur 1,61 miliar dollar AS mengalami kenaikan sebesar 3,90 persen dibandingkan Desember 2017 sebesar 1,55 miliar dollar AS. Kenaikan tersebut disebabkan karena terjadi kenaikan ekspor pada komoditi non migas.

“Kenaikan ekspor Jawa Timur pada Januari 2018 merupakan awal yang baik untuk terus meningkatkan perdagangan luar negerinya dari bulan ke bulan selanjutnya pada 2018,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, di kantornya Surabaya, Kamis (15/2/2018).

Sementara, Jika dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditi non migas juga mengalami kenaikan, yaitu dari 1,42 miliar dollar AS pada Desember 2017 menjadi 1,57 miliar dollar AS pada Januari 2018 atau naik 10,45 persen. Nilai ekspor non migas tersebut menyumbang sebesar 97,28 persen dari total ekspor bulan Januari 2018.

Hal sebaliknya terjadi pada komoditi migas yang turun 66,72 persen pada Januari dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor migas turun menjadi 43,86 juta dollar AS pada Januari 2018, setelah bulan sebelumnya mencapai 131,76 juta dollar AS. Komoditi migas ini mencakup 2,72 persen dari total ekspor Jawa Timur pada Januari 2018. Komoditas utama ekspor non migas Januari 2018 adalah Perhiasan/Permata sebesar 275,53 juta dollar AS, diikuti Kayu, Barang dari Kayu sebesar 113,34 juta dollar AS serta Tembaga sebesar 99,53 juta dollar AS.

Negara penerima barang ekspor non migas terbesar dari Jawa Timur selama Januari 2018 adalah Jepang dengan nilai  0,26 miliar dollar AS atau 16,77 persen dari total ekspor, Amerika Serikat 0,21 miliar dollar AS  13,47 persen dan Tiongkok sebesar 0,10 miliar dollar AS 6,74 persen. Ekspor nonmigas ke ASEAN mencapai 0,32 miliar dollar AS 20,71 persen, sementara ke Uni Eropa mencapai 0,15 miliar dollar AS atau 9,68 persen dari total ekspor. (ro)

Teks foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono.