WARSITO , SIAPKAN KOTA CERDAS DI MOJOKERTO

Surabaya , KabarGress.com – Warsito , SE , MM ,Sekretaris DPD Partai Hanura Jawa Timur, bakal calon Walikota Mojokerto mengaku kendati persiapannya minim ,namun dengan optimis tetap tegak melangkah maju running pilwali kota Mojokerto.

Pria kelahiran Sukoharjo , suami Ny. Nunung Nurwidya , dikenal ramah ini tawarkan gagasan atau konsep untuk Kota Mojokerto Maju.

Salah satu konsep yang diusung Warsito ialah smart city atau Kota Pintar. Penyematan smart city untuk Kota Mojokerto sangat layak, mengingat letak Kota Mojokerto yang cukup strategis sebagai penopang Kota Surabaya. Juga didukung oleh infrastruktur dengan diresmikannya Jalan Tol Sumo belum lama ini oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Warsito, penerapan konsep smart city di Kota Mojokerto sangat mendesak karena potensi yang ada di Kota Mojokerto cukup besar. Belum lagi, wilayah yang memiliki 3 kecamatan dan 18 Kelurahan ini berdekatan dengan Surabaya, sebagai Ibu Kota Jawa Timur.

Konsep smart city dalam prakteknya mengedepankan integrasi semua sektor dengan teknologi IT. Dengan wilayah yang relatif kecil, konsep ini tentu tidak seberapa besar kendalanya. Jika melihat kebijakan dan strategi penataan ruang yang diatur dalam RTRW Kota Mojokerto, sepertinya memang cukup simpel untuk mengaplikasikan gagasan ini. Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang melek teknologi jadi keharusan awal.

Menurutnya  gagasan  ini bisa dilaksanakan bersamaan program pendidikan.  ” Saya bayangkan di dukung  generasi muda Kota Mojokerto punya kemampuan IT, konsep ini tentu akan semakin mudah dijalankan,” kata pengusaha forwading ,di lingkungan Pelindo III Surabaya.

Potensi lebih untuk kota Mojokerto  saat ini, ungkap Warsito adalah sektor pemukiman. Dengan nilai lahan yang tiap tahun kian meningkat di Surabaya, banyak pekerja urban yang mencari rumah di daerah penyangga di wilayah Gerbangkertosusila. Kota Mojokerto bisa memberi penawaran lebih akan kebutuhan ini.

Selain harga lebih murah, kemudahan akses apalagi sejak adanya Tol Sumo harusnya ditangkap sebagai peluang untuk memperbesar pendapatan daerah melalui pengembangan kawasan pemukiman baru secara massal.

Menurut Warsito , tentu harus sesuai kebutuhan dan ketersediaan lahan. Dengan sistem pemukiman terpadu, Kota Mojokerto bisa menjadi leader dalam menyediakan hunian yang modern, layak, aman dan humanis.

” Ini juga bisa jadi peluang bisnis baru bagi warga untuk menjalankan usaha rumah kos atau sewa bagi pekerja dari kawasan industri Ngoro di Kabupaten Mojokerto,” sambungnya.

Pandangan visioner untuk memajukan Kota Mojokerto yang dikumpulkan Warsito selama bertahun-tahun ini, punya tujuan utama. Yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebab, selama ini hanya sektor perdagangan dan jasa yang menjadi penyumbang terbesar produk domestik regional bruto (PDRB), yakni sebesar 38,05 persen.

Lebih lanjut Warsito yang akrab disapa Cak War ini memiliki wacana untuk mengintegrasikan penataan kota Mojokerto .“Saya punya wacana untuk memadukan penataan semua sektor sehingga ketika berbicara Kota Mojokerto semua orang sudah bisa membayangkan lengkap. Pemukiman enak dan murah, dekat dengan akses kebutuhan primer dan tidak kesulitan jika hendak kembali kerja . (hery)

Leave a Reply


*