29/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Masuki Akhir Semester I, Perbankan Jawa Timur Masih Tumbuh

Surabaya, KabarGress.com – Memasuki akhir semester I tahun 2015, kondisi bank umum di Jawa Timur masih tumbuh terbatas baik untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun kredit. DPK tumbuh sebesar 13,58 persen (yoy) sedangkan kredit meningkat sebesar 11,08 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, dimana kredit mampu tumbuh sebesar 11,36 persen (yoy) sedangkan DPK sebesar 15,16 persen(yoy).

“Perlambatan pertumbuhan pada DPK diyakini terjadi karena penurunan suku bunga rata-rata tertimbang (RRT) pada bulan Juni 2015 sebanyak 10 basis poin (bps) menjadi 4,34 persen didorong oleh penurunan suku bunga RRT deposito sebanyak 10 bps sedangkan suku bunga RRT giro justu meningkat 7 bps. Untuk suku bunga RRT kredit masih tetap stabil dari bulan sebelumnya yakni 12,34 persen,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Syarifuddin Bassara, Senin (10/8/2015).

Menurutnya, berdasarkan jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) memegang porsi terbesar kredit perbankan di Jawa Timur, yakni Rp 210,950 miliar (59,61 persen), diikuti oleh Kredit Konsumsi (KK) sebesar Rp 93,438 miliar (26,40 persen) dan Kredit Investasi (KI) sebesar Rp 49,504 miliar (13,99 persen). Pertumbuhan KMK merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang bulan laporan yakni 12,86 persen (yoy).

Tertahannya pertumbuhan kredit disebabkan oleh melambatnya KKyaitu hanya 9,42 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10,61 persen. Perlambatan juga terjadi pada KI menjadi 6,93 persen (yoy) dari 7,32 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

“Melihat dari sektoral, perlambatan kredit tidak terlalu dalam karena masih baiknya pertumbuhan kredit sektor utama Jawa Timur khususnya sektor industri pengolahan dan perdagangan. Berbeda dengan kedua sektor utama tersebut, sektor pertanian, perburuan dan kehutanan justru terkontraksi pada Juni 2015,” paparnya.

Sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh sebesar 8,54 persen (yoy), lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yakni 7,74 persen (yoy). Walaupun sektor industri pengolahan tumbuh lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya, pertumbuhannya masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit rata-rata industri pengolahan sepanjang semester I 2015 yaitu 15,74 persen. Kredit sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 17,54 persen pada bulan laporan.

Sedangkan untuk sektor Pertanian yang mengalami kontraksi sebesar 2,84 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, masih menunjukkan pertumbuhan kredit secara bulanan yang cukup baik yakni 2,44 persen (mtm).

Mengenai stabilitas sistem perbankan Jawa Timur, Syarifuddin mengatakan, masih cukup aman dimana Non Performing Loan (NPL) masih berada di level 2,22 persen lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang menyentuh level 2,24 persen. Terjadi perbaikan NPL pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan serta perdagangan besar dan eceran.

NPL sektor pertanian, perburuan dan kehutanan turun dari 5,86 persen pada bulan Mei 2015 menjadi 5,18 persen sedangkan NPL perdagangan besar dan eceran dari 3,30 persen menjadi 3,20 persen pada Juni 2015. Selain itu, fungsi mediasi perbankan Jawa Timur masih dalam kondisi yang kondusif, terlihat pada posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) masiih berada di level 88,84 persen. Sedangkan untuk LDR berdasarkan lokasi proyek masih berada di posisi 102,56 persen, mengindikasikan adanya aliran dana kredit dari bank di luar wilayah Jawa Timur untuk pembiayaan proyek. (ro)