23/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Mahasiswa Ubaya Ciptakan Motion Komik Mengenang Wafatnya Cut Nyak Dien

Ferdio Suwandi - Cut Nyak DienSurabaya, KabarGress.Com – Cut Nyak Dien (1848-1908), salah satu Pahlawan wanita Indonesia yang juga pejuang asal Aceh ini memang layak diangkat kisah perjuangannya. Wanita keturunan bangsawan yang mampu menjadi panglima perang melawan Belanda di jamannya. Moment ini pula dimanfaatkan Ferdio Suwandi (mahasiswa Program Studi Multimedia Universitas Surabaya), untuk membuat karya tugas akhir berupa motion komic cerita perjuangan Cut Nyak Dien mempertahankan wilayah Aceh.

Tugas akhir berupa motion komic yang bercerita tentang perjalanan hidup Cut Nyak Dien bertemu dengan Teuku Umar (calon suami kedua) sampai beliau diasingkan dan wafat di Sumedang, dipublikasikan di Seminar room Gedung International Village Kampus Tenggilis Universitas Surabaya, Selasa (11/11/2014). “Ketertarikan saya dengan tokoh kepahlawanan Indonesia, diawali dengan minimnya informasi tentang Pahlawan Indonesia yang bisa diakses di dunia maya dengan tampilan yang menarik. Cut Nyak Dien saya pilih karena tidak banyak tokoh pahlawan wanita familiar di kalangan masyarakat luas seperti Kartini,” jelas Ferdio.

Motion komic tersebut berisi 20 halaman, mencoba menceritakan ulang dengan singkat keteguhan dan semangat Cut Nyak Dien sebagai wanita bangsawan yang mampu membela tanah air dengan menjadi panglima perang.

Selama satu semester, mahasiswa yang pernah magang di salah satu studio games ini merampungkan motion komic ini. Kendala pembuatan pada saat mengolah cerita perjalanan hidup Cut Nyak Dien yang begitu komplek harus menyingkat menjadi 20 halaman. Apalagi menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar. Ferdio memang menginginkan motion komicnya bisa dinikmati oleh segala umur dan masyarakat mancanegara.

Melalui program after effect, photoshop dan flash, Ferdio membuat karakter Cut Nyak Dien dengan lugas. “Saya memang suka menggambar dari kecil,” terang putra pasangan Inyon Suwandi dan Sri Hingayani ini.

“Setelah komik saya jadi dan sidang tugas akhir, masih banyak kekurangan. Seperti tampilan di tiap halaman terlalu cepat serta jalan cerita kurang ada klimaksnya. Harapan saya adik angkatan saya bisa memperbaiki dari sisi konten dan teknis serta menambah varian pahlawan wanita Indonesia,” timpalnya.

Sementara itu, Andre S.T., M.Sc, selaku pembimbing, mengatakan secara teknis karya Cut Nyak Dien ini sudah bagus karena menggunakan teknik parallax untuk animasi background, juga desain sudah menggunakan style realis. (ro)