03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pelindo III Raup Global Bond 500 Juta Dollar AS

pelindo iii raup global bond 500 juta us dollarSurabaya, KabarGress.Com – PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III atau Pelindo III (Persero) akhirnya mendapatkan dana segar dari global bond atau obligasi luar negeri setelah dilempar ke pasar. Tidak tanggung-tanggung, dana yang berhasil didapatkan dari pasar luar negeri mencapai 500 juta dollar AS dengan bunga sekitar 4,859 yang dicatatkan di bursa Singapura. “Kemarin sudah cair dananya, mencapai sekitar 500 juta dollar AS. Kami sangat lega karena ternyata pasar merespon positif dan cukup tertarik untuk membelinya,” ungkap Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto, kepada wartawan di Surabaya, Jumat (3/10/2011).

Menurutnya, dana tersebut rencananya digunakan untuk membayar hutang Pelindo III yang jatuh tempo sebesar 325 juta dollar AS. Sementara sisanya sebesar 175 juta dollar AS untuk investasi di berbagai proyek yang sedang dibangun, diantaranya pembangunan proyek Terminal Teluk Lamong tahap II, Pelabuhan Manyar, proyek monorel yang menghubungkan pelabuhan Tanjung Perak dengan Terminal Teluk Lamong dan kawasan industri terintegrasi di Gresik Java Intregeted Industrial Port Estate (JIIPE).

Djarwo Surjanto menyampaikan, ketika ditutup pada Rabu (24/9), pemesanan global bond mengalami kelebihan pesanan atau oversubscribed hingga 13 kali. Menurut Djarwo, hal tersebut merupakan bukti bahwa perusahaan Indonesia semakin dipercaya di tingkat internasional.

Utang internasional tersebut mematok bunga (coupon) sebesar 4,875 persen, dengan masa jatuh tempo pembayaran 10 tahun. “Dari total 500 juta dolar AS tersebut, investor AS memeroleh alokasi sebesar 42 persen, Asia 32 persen, dan Eropa 26 persen,” ujar Djarwo.

Investasi akan dialokasikan untuk refinancing dan pembiayaan sejumlah proyek. “Rinciannya, 65 untuk pembangunan Terminal Teluk Lamong, 35 persen lainnya untuk proyek lain, termasuk Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE),” tandasnya.

Djarwo melanjutkan, dalam aksi korporasi tersebut, tiga lembaga sekuritas menjadi joint lead managers, yakni ANZ, Credit Suisse, dan Standard Chartered. Djarwo menambahkan, dengan penerbitan global bond tersebut, PT Pelindo III mencatatkan pencapaian sebagai BUMN ketiga yang menembus pasar modal global, setelah Pertamina, PGN dan PLN.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo III, Yon Irawan mengatakan investasi yang digelontorkan Pelindo III selama periode 2014 hingga 2016 mencapai sekitar Rp11 triliun. Sebesar Rp4,5 triliun telah dihabiskan untuk berbagai proyek yang dibangun selama 2014, khususnya untuk proyek terminal Teluk Lamong yang mencapai sekitar 60% dan sisanya sebesar 40% untuk pengadaan peralatan di tiga pelabuhan utama.

Global bond atau obligasi luar negeri ini didapatkan dari berbagai lembaga keuangan asing, seperti perbankan asing dan investor luar negeri. Karena jauh sebelum melempar surat utang luar negeri ini ke pasaran, Pelindo III sudah melakukan roadshow ke berbagai negara, di antaranya New York Amerika Serikat, Singapura dan Hongkong.

“Ini sudah kami persiapkan cukup lama. Pada tahun pertama, kami telah melakukan roadshow ke sejumlah negara. Hasilnya, mereka sangat tertarik dan memutuskan untuk membelinya dengan jangka waktu 10 tahun. Bahkan mereka banyak yang menyesali kenapa dibatasi hanya 500 juta dollar AS,” terangnya.

Dana tersebut bisa dari dana internal yang dikombinasikan dengan sindikasi ditambah global bond, tergantung struktur mana yang menguntungkan perusahaan. Biasanya, presentase antara dana internal dengan eksternal mencapai 30% dari internal perusahaan dan 70% dari eksternal.

Saat ini, jelasnya, total hutang yang menjadi beban Pelindo III masih tergolong konservatif. Posisi hutang berbanding aset masih mencapai 1,5. Sementara jika ditambah dengan hutang dari global bond, pada 2016 posisi aset dibanding hutang turun menjadi 2,2. “Ini masih sangat konservatif, karena perusahaan lain maksimal 4 kali,” imbuhnya. (ro)

Teks foto: (Dari kiri ke kanan) Donald Sianipar (Senior Banker Standard Chartered Indonesia), Djarwo Surjanto (Direktur Utama Pelindo III), IGN Askhara Danadiputra (Direktur Keuangan Pelindo III), Robby Winarta (Managing Director Credit Suisse Indonesia), Sity Leo Samudera (Director Corporate & Institutional Banking PT ANZ Indonesia).