27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Airlangga Hartarto Buka Perdagangan Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia

Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka perdagangan pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Airlangga pun optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menyentuh level 6.800 pada akhir 2021.

“Mengingat di 22 Desember 2020 (IHSG) sempat menyentuh 6.165,” ujar Airlangga dalam acara Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021, Senin (4/1/2021).

Selain itu, Airlangga juga optimis BEI akan mencapai target 30 perusahaan yang melakukan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini.

“Kami harap jumlah dananya bisa cukup signifikan, apalagi SBN (Surat Berharga Negara) sudah sangat rendah dengan yield 2,64%, ini bisa dorong lebih banyak IPO untuk pasar modal mencari dana,” kata dia.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga optimis bahwa pertumbuhan ekonomi global dan nasional di 2021 akan membaik. Dia menyebut, ekonomi global diprediksi tumbuh di kisaran 4,2% hingga 5,2%, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,5% hingga 5 %.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Seperti diketahui, hari ini menjadi pembukaan perdagangan perdana di 2021.

Pada pra-pembukaan perdagangan Senin (4/1/2021), IHSG naik 18,75 poin atau 0,31 persen ke level 5.997,83. Tak bertahan lama, pada pembukaan perdagangan pukul 09.00, IHSG berbalik melemah dengan turun 29,08 poin atau 0,49 persen ke level 6.008,15. Indeks saham LQ45 hijau 0,66 persen ke posisi 939,88. Sebagian besar indeks acuan bergerak di zona hijau.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.017,89. Sedangkan terendah 5.997,69. Sebanyak 219 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 83 saham melemah dan 181 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham normal yaitu 58.058 kali dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 881,8 miliar.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar regular mencapai Rp 18 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.020 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin oleh sektor perkabunan yang melesat 2,20 persen. Kemudian disusul sektor barang konsumsi naik 0,93 persen dan sektor pertambangan naik 0,79 persen.

OJK: Pasar Modal RI Lebih Baik dari Singapura

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan IHSG telah menunjukkan penguatan dan sempat rebound di atas level 6.000. IHSG mencapai level tertinggi di 6.165,6 tanggal 21 Desember 2020 dan ditutup di level 5.979,07 atau terkontraksi 5,09% ytd.

Wimboh Santoso mengklaim ini lebih baik dibandingkan bursa negara- negara tetangga seperti Singapura, Filipina, dan Thailand.

“Ini lebih baik dibandingkan bursa negara-negara tetangga seperti Singapura, Filipina, dan Thailand,” kata Wimboh di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Demikian juga dengan pasar SBN yang terus mengalami penguatan dengan yield turun 105 bps secara year-to-date (benchmark SBN 1 tahun 3,64%).

“Sinyal pemulihan tersebut merupakan momentum bagi bangkitnya industri pasar modal kita, baik dari sisi investor yang disediakan alternatif instrumen investasi di pasar modal dengan return yang lebih tinggi dari deposito, dan dari sisi issuer juga disediakan alternatif pembiayaan dari pasar modal dengan yield yang relatif rendah dibandingkan kredit perbankan,” bebernya.

Lalu, sinergi kebijakan yang extraordinary, pre-emptive dan akomodatif telah dikeluarkan untuk meredam pemburukan lebih lanjut dari dampak pandemi ini.

“Kebijakan Fiskal yang akomodatif telah dikeluarkan Pemerintah dalam rangka penanganan pandemi covid-19, penyediaan bansos bagi masyarakat dan juga stimulus percepatan pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. (ro)