27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

PJB Luncurkan RE-FORGE Sebagai Solusi Tata Kelola Pembangkit di Indonesia

Surabaya, KabarGRESS.com – Seiring dengan berkembangnya dunia bisnis ketenagalistrikan, tuntutan dalam
pengelolaan pembangkit juga semakin beragam, mulai dari peningkatan kinerja
pembangkit hingga biaya pokok produksi yang lebih kompetitif.

Berangkat dari hal inilah maka PJB menjadi yang pertama di Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut melalui RE-FORGE (Reliable And Efficient Powerplant Management), sebuah konsep kustomisasi pengelolaan pembangkit untuk unit pembangkit dengan kapasitas yang relatif kecil (<50 MW) yang menjadi bagian dari Standardisasi Produk 2.0.

RE-FORGE merupakan konsep kustomisasi yang dilakukan agar model bisnis pengelolaan unit pembangkit menjadi lebih terpusat dan tidak ada redundansi proses. Tidak hanya pengelolaannya yang terpusat, namun analisa juga dilakukan secara terpusat oleh para expertise di bidang pembangkit sehingga analisa pun menjadi lebih akurat.

Untuk pengimplementasian RE-FORGE, PJB melaksanakan peresmian secara virtual untuk Go-Live RE-FORGE PLTU Tembilahan pada Jum’at (12/06) pagi yang juga dihadiri oleh Wiluyo Kusdwiharto selaku Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero), Supriyadi selaku EVP Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero), Mukhtar selaku EVP Operasi Regional Kalimantan PT PLN (Persero), serta jajaran DireksI PT Pembangkitan Jawa-Bali.

PLTU Tembilahan sebagai Pilot project dari RE-FORGE ini akan menggunakan aplikasi
Maximo sebuah aplikasi Enterprise Asset Management yang telah dikostumisasi
sesuai dengan BMS RE-FORGE. Aplikasi Maximo sendiri sudah umum digunakan
dalam Pembangkit Listrik namun kostumisasinya berbeda dengan RE-FORGE.

PLTU Tembilahan akan menjadi unit yang pertama kali mengimplementasikan RE-FORGE dengan “Implementasi RE-FORGE akan memberikan bantuan terhadap pembangkit-pembangkit berkapasitas kecil terutama dalam meningkatkan keandalannya,” ucap Wiluyo Kusdwiharto, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero), dalam sambutannya pada peresmian hari ini.

Hal ini senada dengan rencana kedepan dimana PLTU Bangka, PLTU Belitung, PLTU Bolok, serta PLTU Ropa akan menjadi unit yang selanjutnya mengimplementasikan
konsep RE-FORGE.

Dengan kehadiran konsep kustomisasi RE-FORGE akan memberikan keunggulan bagi unit pembangkit PJB maupun pembangkit-pembangkit dari IPP lainnya, karena selain mengefisiensikan proses bisnis yang kompleks, RE-FORGE juga dapat mengoptimalkan kapabilitas SDM, dan menyederhanakan pola komunikasi antara PJB, PJB Services (selaku anak perusahaan yang mengelola unit jasa operation & maintenance) dan unit pembangkit menjadi lebih sederhana.

RE-FORGE ini mengambil konsep waralaba yang berkembang di Indonesia. Pemilik
pembangkit tidak perlu direpotkan untuk mengurusi perancanaan, supervise
enginering, sampai mengatur supply chain yang harus dilakukan karena hal-hal
tersebut secara terpusat dan terkendali akan dilaksanakan oleh PJB.

Hal ini dapat berdampak kepada lebih fokusnya pemilik pembangkit pada
pengoperasional pembangkit saja sehingga akan mengurangi jumlah SDM yang diperlukan dan akan berimbas kepada penghematan biaya jangka panjang.

Sesuai dengan sambutan yang diberikan oleh Iwan Agung Firstantara selaku Direktur Utama PT PJB, RE-FORGE tidak hanya menjadi jawaban terhadap tantangan yang ada namun juga menjadi salah satu cara dalam menyelaraskan program dengan Strategic Inisiative Grand Strategy PJB yang akan diangkat selama lima tahun ke depan. Dimana salah satunya merujuk pada rencana implementasi digitalisasi monitoring dan
evaluasi untuk semua pembangkit PJB (existing dan UBJOM) dan IPP. (ro)