Layanan Terbaru dari Halodoc Bantu Pasien di Surabaya Lebih Praktis dalam Menebus Obat

 

  • Bermitra dengan Perhimpuanan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Halodoc Perkenalkan Layanan Barunya Halodoc Goes To Hospital untuk pengantaran obat pasien
  • 16 rumah sakit di kota Surabaya telah bergabung menikmati layanan Halodoc Goes to Hospital

 

Surabaya, 24 Oktober 2018 – Halodoc, aplikasi kesehatan terpadu berbasis online, hari ini memperkenalkan layanan terbarunya, yakni Halodoc Goes to Hospital. Sebuah solusi kesehatan inovatif yang memberikan kemudahan bagi pasien dalam menebus resep saat berobat ke rumah sakit, baik obat racikan maupun non-racikan.

 

Berobat ke rumah sakit menjadi tantangan tersendiri bagi pasien karena mengharuskan mereka menjalankan sejumlah tahapan mulai dari pendaftaran, konsultasi dokter hingga pembayaran layanan dan pelayanan resep obat dengan proses kompleks. Terdapat tujuh alasan utama yang mendasari pasien enggan melakukan berobat jalan, waktu tunggu pelayanan yang lama merupakan satu dari tujuh alasan lain seperti tidak memiliki biaya berobat, tidak ada biaya transport, tidak ada sarana transportasi, memilih mengobati diri sendiri, tidak ada yang mendampingi dan merasa tidak perlu obat[1].

 

Halodoc Goes to Hospitals hadir untuk memudahkan pasien agar tidak perlu mengantre lama di rumah sakit, “Hal ini merupakan bagian dari wujud komitmen kami yang berkesinambungan pada masyarakat Indonesia dalam mempermudah akses kesehatan dengan cepat dan nyaman. Kami juga berupaya untuk membangun sinergi positif bersama rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan prima bagi setiap pasien,” papar Jonathan Sudharta, CEO Halodoc.

 

“Teknologi digital sangat cepat berkembang dan mulai masuk ke komunitas kesehatan salah satunya rumah sakit. Hal tersebut akan membantu rumah sakit dalam menunjang pelayanan ke pasien secara lebih efisien dan efektif. Kami mengapresiasi kehadiran Halodoc Goes to Hospital sebagai salah satu aplikasi dalam mendukung hal tersebut. Besar harapan kami, layanan ini dapat meningkatkan kepuasan pasien,” ujar dr. Kuntjoro AP, M. Kes, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

 

Jonathan memperkuat keterangan dr. Kuntjoro, “Layanan Halodoc Goes to Hospital dapat diakses oleh setiap pasien, baik pasien umum maupun pasien BPJS, begitupun pasien baru maupun pasien rawat jalan yang sudah rutin menebus obat di rumah sakit.” Lantas, tahapan apa yang perlu pasien lakukan dalam menikmati layanan Halodoc Goes to Hospital?

 

Setelah menjalani konsultasi dengan dokter, pasien akan mendapatkan resep obat sesuai dengan sakit yang dialami. Kemudian pasien melakukan pembayaran atas layanan konsultasi yang diberikan oleh dokter berikut dengan resep obat yang ingin ditebus. Pada saat proses pembayaran inilah, pihak rumah sakit akan memberikan penawaran kepada pasien untuk pengantaran obat melalui layanan Halodoc Goes to Hospital. Apabila pasien setuju menggunakan layanan ini, pasien hanya perlu melakukan dua langkah mudah.

  • Pasien mengisi data tambahan untuk pengiriman obat
  • Lakukan pembayaran obat sesuai dengan resep yang direkomendasikan oleh dokter.

 

Setelah semua tahapan tersebut terpenuhi, pasien dapat langsung meninggalkan rumah sakit dan menunggu pihak Halodoc mengantarkan obat ke alamat yang dikehendaki dengan jarak maksimal 40 kilometer, tanpa menunggu lama. Pasien dapat memantau proses penebusan resep obat melalui akun pribadi yang telah didaftarkan pada aplikasi Halodoc. Lebih dari itu, pasien juga bisa mengetahui tata cara konsumsi obat melalui aplikasi.

 

“Kenyamanan pasien saat berobat merupakan prioritas utama rumah sakit kami. Kehadiran Halodoc Goes to Hospital turut mengoptimalkan pelayanan farmasi yang menangani lebih dari 200 resep obat rawat jalan setiap harinya. Sekaligus menjadi pilihan solusi bagi pasien dalam menebus dan mendapatkan obat dengan lebih praktis juga nyaman, tanpa perlu antre. Pasien bisa pulang ke rumah dan beristirahat untuk pemulihan atau melanjutkan kesehariannya,” ungkap Prof. dr. R. Hariadi, SpOG (K) Plt. Direktur Rumah Sakit Husada Utama.

 

Sejalan dengan pernyataan dari Rumah Sakit Husada Utama, kehadiran Halodoc Goes to Hospital juga disambut baik di Rumah Sakit Mitra Keluarga, “Sebagai salah satu grup rumah sakit terkemuka di Surabaya, kami selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Kerja sama dengan Halodoc sangat membantu kami dalam mengelola pelayanan farmasi di ketiga cabang rumah sakit, sehingga dapat mengurangi jumlah antrean pasien dalam pengambilan obat yang diresepkan oleh dokter,” jelas dr. Dian M.Tandela,  Direktur Utama PT Alpen Agung Raya, Pemilik Rumah Sakit Mitra Keluarga Darmo Satelit, Waru, dan Kenjeran.

 

Sebagai tahap awal, Halodoc menargetkan untuk menjalin kerja sama dengan 500 rumah sakit yang tersebar di Indonesia hingga akhir 2019. Hingga Oktober 2018, Halodoc telah berhasil menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 rumah sakit pemerintah maupun swasta di sejumlah kota di Indonesia: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Bandung, Semarang, Jember, Ponorogo, Gresik, Malang, Surabaya, Bali, Bandar Lampung, Palembang, Padang, Pekanbaru, dan Medan.

 

Bagi pasien di kota Surabaya layanan Halodoc Goes to Hospital dapat digunakan di enam belas rumah sakit yang tersebar di wilayah tersebut: RS Husada Utama, RS Mitra Keluarga Waru, RS Mitra Keluarga Kenjeran, RS Mitra Keluarga Darmo Satelit, RSIA Soerya, RS Premier Surabaya, RS Siti Khodijah, RS William Booth Surabaya, RS PHC Surabaya, RS Islam Jemur Sari Surabaya, RS Royal Surabaya, RS Bhayangkara Surabaya, RS Islam Surabaya Ahmad Yani, RS Al-Irsyad Surabaya, RS Wiyung Sejahtera, dan RS Al-Islam HM Mawardi.

 

“Besar harapan kami kehadiran Halodoc Goes to Hospital bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak saja oleh pasien namun juga oleh sejumlah rumah sakit di kota Surabaya agar mampu mendorong tingkat kepuasan pasien dalam memberikan layanan yang cepat dan bermutu,” tutup Jonathan. (ro)

[1] Badan Pusat Statistik, Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2016

Leave a Reply


*