Strategi Pemkot Surabaya Hadapi Musim Hujan

Surabaya, KabarGress.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan beberapa strategi upaya menjelang musim hujan yang diprediksi akan tinggi. Strategi itu diantaranya, melakukan penambahan kapasitas rumah pompa, peninggian tanggul laut, dan penyelesaian proyek Box Culvert Jalan Raya Sememi. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi banjir di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan untuk menghadapi musim hujan yang diprediksi akan tinggi, Pemkot Surabaya telah melakukan penambahan kapasitas rumah pompa. Ada 17 rumah pompa yang dilakukan penambahan kapasitas pompa. Yakni, rumah pompa Jagir Kalimir, Simolawang, Gunungsari 2, Grahadi, Kebon Agung, Medokan Ayu Hilir, Kalisari, Kalibokor, Jeblokan, Tambak Wedi, Kenari, Bratang, Dinoyo, Kenjeran 1 dan Darmokali. Masing-masing rumah pompa tersebut ditambah 3 m3 (kubik). Namun, untuk Morokrembangan ditambah dua pompa, masing-masing 3 m3 (kubik). Sementara untuk rumah pompa Balong 2, ditambah 5 m3 (kubik).

“Jadi seluruh rumah pompa itu kita tambah kapasitas pompanya. Itu sudah hampir semua selesai (pengerjaan). Sudah 99 persen selesai,” kata Wali Kota Risma saat melakukan sidak di rumah pompa Jalan Kenari Surabaya, Selasa, (18/09/18).

Menurutnya, dulu rumah pompa tidak sampai menampung debit air 80 m3 (kubik). Namun sekarang, curah hujan yang tinggi mencapai tiga kali lipat, membuat aktivitas rumah pompa meningkat. Debit air rata-rata mencapai 290 m3 (kubik). Karena itu, pemkot kemudian melakukan penambahan kapasitas rumah pompa tersebut.

“Karena curah hujannya itu hampir tiga empat kali lipat. Kita memang persiapannya lebih di awal. Hampir di seluruh rumah pompa, kita rata-rata nambahnya kapasitas rumah pompa itu, 3 m3 (kubik),” ujar Presiden UCLG Aspac periode 2018-2020 itu.

Bahkan, untuk menghindari kesan kumuh di rumah pompa itu, Pemkot Surabaya juga mempercantik rumah pompa dengan cat warna-warni dan mural. Selain itu, rumah pompa yang tersebar di beberapa titik lokasi Surabaya, juga dilengkapi dengan genset. Tujuannya, ketika listrik padam, rumah pompa itu masih bisa dioperasikan.

“Jadi kalau listrik mati, Insya Allah kita bisa jalan. Dulu kita kalau ada listrik mati pasti trouble. Namun kita sekarang sudah ada genset. Jadi secara teori dan teknis itu sudah terpenuhi,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya juga bakal memiliki rumah pompa baru di Jalan Petekan. Saat ini, pengerjaannya sudah mencapai sekitar 10 persen. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengaku, selama ini flow dari air laut masuk ke dalam kota karena tidak adanya rumah pompa di lokasi tersebut. Sehingga aliran air masuk ke saluran-saluran kecil ke dalam kota. Dan menyebabkan debit air di sungai menjadi meningkat. “Ini kan semakin lama semakin naik air lautnya. Makanya kita pasang di situ (rumah pompa). Kalau kita pasang di situ, kita bisa atur permukaan (debit air) yang ada di dalam kota,” tuturnya.

Disamping penambahan kapasitas rumah pompa, Wali Kota Risma mengaku, peninggian tanggul laut juga menjadi salah satu prioritas utama dalam persiapan menghadapi musim penghujan. “Jadi rumah pompa yang berbatasan dengan laut itu kita tinggikan semua, termasuk tanggulnya. Termasuk sekitaran Suramadu, Tambak Wedi. Kemudian di Wonorejo Rungkut itu kemarin kita juga tinggikan tanggul di sana,” kata dia.

Bahkan untuk persiapan menghadapi musim hujan, Wali Kota Risma memastikan, Pemkot Surabaya melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) juga melakukan pengerukan saluran air. Seperti di saluran air Jalan Kartini, pemkot menerjunkan dua alat berat untuk mengeruk endapan lumpur di sungai tersebut.

“Untuk mengambil pengerasan tanah tersebut, untuk itu sungai kita dalamkan semua. Kedepan, sungai di Surabaya ini bisa digunakan untuk wisata air,” ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya itu.

Sementara itu, untuk memastikan pengerjaan proyek box culvert Jalan Raya Sememi cepat rampung, Wali Kota Risma bersama Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati melakukan sidak ke lokasi tersebut. Proyek sepanjang 2 Km dari Jalan Raya Sememi hingga ke arah Kandangan itu, pengerjaannya sudah mencapai 50 persen.

Wali Kota Risma menuturkan, kendala yang dihadapi saat pengerjaan proyek itu adalah kepadatan masalah arus lalu-lintas. Sehingga, harus dilakukan pola buka tutup jalan (bergantian). Menurutnya, awal nyendatnya proyek itu karena masalah jalanan yang sempit. Kemudian, ia memutuskan untuk dilakukan penutupan jalan. Ia berharap, proyek box culvert ini bisa selesai pada akhir Desember 2018. “Di awal-awal kita ndak bisa tutup (jalan). Terus kita koordinasikan dengan Polres Gresik, dan Polres sini (Polrestabes Surabaya). Alhamdulillah kita bisa jalan (pengerjaan),” imbuhnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati menambahkan pengerjaan proyek box culvert yang saat ini dikerjakan, merupakan proyek multiyears. Saat ini, pengerjaan box culvert sepanjang 2 Km itu, kembali dikebut dari Jalan Raya sememi hingga kawasan Kandangan. Selanjutnya, Erna memastikan akan melanjutkan pengerjaan box culvert itu sampai ke perbatasan Gresik.

“Yang kita kerjakan saat ini sepanjang 2 Km mulai Jalan Raya Sememi hingga ke arah timur (Kandangan). Selanjutnya, yang ke perbatasan gresik, dengan panjang yang sama yakni 2 Km,” pungkasnya. (Tur/Adv)

Leave a Reply


*