28/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Umat Jangan Berkelahi, Perkokoh NKRI

* Pengajian Umum di Gulun-Plaosan Magetan

KH Lukman Hidayat dan jamaah di Masjid Babul Jannah

Magetan, KabarGRESS.com – Gesekan antar umat Islam di Timur Tengah jangan sampai merembet ke umat Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Umat Islam harus tetap berpegang teguh pada ajaran Al Qur’an dan Sunnah (Hadist) sebagaimana ajaran para Walisongo, kyai atau ulama terdahulu.

 

“Islam di Jawa Timur itu jadi tolok ukur. Jadi Baromater Islam di Indonesia. Islam yang diletakkan di nusantara ini berjalan dengan tradisi sebagaimana dakwa dilakukan para wali. Jadi sesama Islam adalah saudara, Jangan berkelahi,” ujar KH Lukman Hidayat, pengasuh Ponpes Hidayatullah Mutaqiin, Plaosan Magetan di pengajian umum bertema “Mengamalkan Islam dengan mengabdi dan kesetiaan kepada NKRI, masjid Babul Jannah, Lingkungan Gulun, Plaosan Magetan (Selasa malam, 24/7). Hadir Kepala Bakesbang Pemkab Magetan, Muspika Plaosan dan sejumlah aparat setempat.

 

Kyai yang sering membuat ketawa jamaah dalam ceramahnya itu menjelaskan, para wali membawa ajaran Islam di nusantara tanpa melakukan peperangan. Para wali melakukan pendekatan melalui tradisi setempat, sehingga masuknya Islam di nusantara dengan kedamaian. Waktu itu umat Islam berdampingan dengan tradisi menjadi guyub rukun.

 

”Kalau sekarang ada aliran-aliran yang tidak jelas, jangan sampai terkecoh. Islam di Indonesia diberi berkah guyup rukun, Alhamdulillah kita sangat bersyukur,” tuturnya.

 

Sejak dulu, wali dan kyai menyatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka menjadi perekat umat sehingga melahirkan negara NKRI bersama selurut umat di nusantara ini. Keberadaan umat Islam di Indonesia, lanjutnya, harus menjadi rahmat bagi umat Islam sendiri maupun bagi agama lain karena Islam adalah rahmatan lil alamin. Rahmat bagi seluruh umat.

 

“Jadi kita jangan suka mencaci-maki orang, jangan mudah mem-bid’ah-bid’ah orang, jangan mudah me-musyrikan. Sekarang ini orang baru tahu sedikit saja sudah lantang membid’ahkan orang, lantang memusyrikan, ” tuturnya.

 

Dia mengingatkan, agar umat Islam memakmuran masjid, terutama warga di sekitar masjid. Paling tidak secara rutin mengikuti shalat berjamaah di masjid. Jangan biarkan masjid kosong melompong. Selain shalat berjamaah, masjid hendaknya diramaikan dengan pengajian rutin, sholawatan atau kegiatan lainnya untuk meningkatkan amal ibadah jamaahnya.

 

“Masak ada masjid diadzan-adzane dewe, di iqomati dewe, pujian dewe, diimami-imame dewe, di jamaahi dewe, didongani dewe, diamini dewe. Terus warganya podo nangdi ae, Padahal shalat berjamaah di masjid diibaratkan seperti sholat selama 40 tahun, Mangkanya monggo anak-anak, bapak-bapak, ibu-ibu shalat berjamaah di masjid,” tuturnya.

 

Sementara itu Kepala Bakesbang Pemkab Magetan, Iswahyudi Yulianto menegaskan, Islam dan Pancasila satu irama, tidak bertentangan. Karena sila-sila Pancasila sumbernya juga ada dalam ajaran Islam. Jadi tidak perlu diperdebatkan lagi sila-sila Pancasila itu dengan Islam. Dalam situasi dan kondisi sekarang ini, lanjutnya, peran aktif umat Islam sangat dibutuhkan dalam memberi kontribusi dan solusi dalam persoalan bangsa dan negara demi tegak kokohnya NKRI.

 

“ Saat ini diperlukan penguatan peranan agama dalam menegakkan Pancasila sebagai dasar negara. Jangan masalah kecil antar agama jadi konflik. Tidak hanya Ukhuwuh Islamiyah dan Ukhuwah Ihsaniyah tapi juga menjaga ukhuwah wathoniyah, ” ujarnya. (*)