Rukun Agawe Santosa Crah Agawe Bubrah

* KH Qomari Ceramah di GRP Jururejo

Ngawi, KabarGRESS.com – Rukun agawe santosa (rukun membuat sentosa atau kokoh), crah agawe bubrah (bertengkar membuat rusak atau menimbulkan kehancuran). Inilah harapan masyarakat atau umat dalam kehidupan sehari-hari. “Sesama manusia harus rukun. Beda agama pun harus rukun.

Islam mengajarkan untuk saling memaafkan dan saling menghormati pada siapapun,” tutur KH Qomari saat halal bi halal di Griya Rahayu Permai Desa Jururejo Ngawi.

Kiai kondang asal kedunggalar ini mencontohkan, kerukunan harus dimulai dari hidup bertetangga. Dengan tetangga tidak boleh cengkre (cekcok). Keharmonisan hidup bertetangga adalah awal dari kerukunan dalam bermasyarakat. Betapa menyejukkan jika kehidupan masyarakat ayem tentrem, damai sejahtera, dan selalu hidup bergotong royong . Jauh berbeda jika dalam hidup bertetangga sering terjadi cekcok. Pasti situasinya juga akan panas, karena banyaknya permusuhan dan pertengkaran.

“Karena itu jika kita punya salah dan dosa dengan Sang kholiq cara menghapus salah dan dosa beristighfar kepada Sang Kholiq. Tetapi kalau kita punya salah dengan sesama manusia, punya salah dengan tetangga maka kita minta maafnya kepada sesama manusia, minta maafkepada tetangga ,” ujarnya.

Kiai yang sering membuat ketawa jamaahnya karena lelucon-leluconnya itu mengingatkan kepada orangtua agar terus-menerus tanpa putus asa mendidik anak dalam soal agama Islam.

Jangan sampai anak-anak mendapat pengajaran agama tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Warga diharapkan tidak terpengaruh adanya isu-isu atau faham-faham atau ajaran yang mengusik kehidupan beragama warga. Nah, kalau ada perbedaan dalam menjalankan ibadah, tidak perlu dibesar-besarkan. Yang penting umat mau sholat, mau pergi ke masjid, mau srawung dengan tetangga hal itu sudah baik. Itu perlu terus ditingkatkan.

Terkait isu ajakan jihad fisabilillah, bom bunuh diri dan terorisme, lanjut Qomari , bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk jadi teroris. Islam mengharamkan membunuh sesama manusia meskipun terhadap umat berbeda agama pun. . “Menjadi teroris dosa besar karena menghilangkan nyawa orang, mencaci-maki dan membunuh sesama manusia diharamkan oleh Alloh. Apalagi menghilangkan nyawa sesama umat Islam, maka matinya digolongkan orang kafir,” ujarnya.

Dijelaskan, jihad menurut Islam tidak mengebom, tidak melakukan bom bunuh diri atau jadi teroris. Jihad dalam kehidupan bermasyarakat itu adalah menghidupkan TPA, membantu orang tidak fakir miskin, membantu orang tua jompo dan lainnya. “ Jihad kok ngebom wong, itu malah tidak jihad tapi malah dadi sangit,” tuturnya.

Acara halal bi halal ini menjadi agenda rutin tiap tahun. Dimeriahkan dengan grup Hadrah Bumi Rahayu bersholawat dengan berkolaborasi dengan MTs. Negeri 3 Ngawi, Hafalan Al Qur’an oleh santri Rumah Hafalan Qur’an ‘Rumah Pelangi’ dan hiburan seni vocal oleh warga sendiri. (gie)

Leave a Reply


*