KH Khomari di Pengajian Umum Taji Keras; Pasca Coblosan Jaga Kerukunan dan Kebersamaan

KH Khomari

Magetan, KabarGRESS.com – Kendati beda pilihan dalam coblosan Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Jawa Timur dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kab. Magetan, umat Islam harus tetap rukun, dengan cara menjaga nilai-nilai silaturahmi di kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kerukunan retak gara-gara pesta demokrasi.

“Pilgub dan Pilkada boleh beda pilihan tapi warga Magetan harus tetap menjaga kerukunan,” tutur KH Khomari, asal Kedunggalar Ngawi , saat acara halal bi halal diselenggarakan Masji Baitul Muttaqin. Desa Taji Kec. Karas Magetan,

Menurut Khomari, pasca coblosan jangan sampai umat Islam pecah belah. Apalagi saling mengolok-ngolok karena pilihan berbeda. “ Setelah pilihan nanti ojo didowo-dowo. Jangan mengolok-ngolok. Siapa pilihannya itu yang terbaik. Ukhuwuh Islamiyah harus tetap dijaga,” ujarnya.

Dalam Islam, lanjutnya, pesta demokrasi berwujud pemilihan gubernur ataupun Pilkada tidak dilarang oleh agama. Karena itu Umat Islam berkewajiban hadir untuk menyalurkan suaranya sesuai hati nurani. “Jika umat Islam terlibat dalam pemilu, maka kalau ada apa apa, umat islam ikut bertanggungjawab, Makanya Tidak boleh ada paksaan dalam memilih calon.

Khomari juga mengingatkan agar umat Islam tidak terkecoh terhadap gerakan ‘jihad fisabillah’ yang dilakukan kelompok radikal, kelompok teroris dengan aksi bom diri. Islam tidak mengajarkan aksu bom bunuh diri, membunuh terhadap sesama umat Islam maupun umat beragama lain.

Jihad fisabillah yang diajarkan agama Islam adalah sholat, sedekah, zakat, menolong terhadap orang tidak mampu. Umat Islam tidak hanyak melindungi sesama umat Islam, tetapi Islam berkewajiban melindungi umat lain. “Islam tidak mengajarkan umatnya jadi teroris, ” katanya.

Apabila dalam kehidupan bermasyarkat dan beragaman ada perbedaan paham, sebaiknya tidak menonjolkan perbedaan paham itu. Jangan malah memaksakan paham yang diyaikini kepada orang lain. “Itu bisa memancing permusuhan. Jok eker-ekeran karena beda . Jaga kebersamaan, jangan persatuan,” ujarnya.

Di sisi lain diingatkan, agar umat Islam memanfaatkan moment Pilgub dan Pilkada untuk terus membangun kebersaman dan kerukunan. Dengan menjaga kerukunan, negeri ini akan tentram damai dan berkah akan turun dari langit. “Dalam keluarga harus rukun, dengan tetangga harus rukun, dengan sedulur harus rukun, dengan teman harus rukun. Kalau semua hidup rukun, insyaalloh negeri ini akan diberi ketentraman dan kedamaian oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya. (gie)

Leave a Reply


*