3.000 Cahaya untuk Indonesia

Donasi Lentera Tenaga Surya dari Samsung Electronics Indonesia untuk Kehidupan Warga Flores Timur dan Kutai Timur yang Lebih Bahagia dan Produktif

Jakarta, 5 Juni 2018, KabarGRESS.com – Samsung Electronics Indonesia, kembali lakukan aksi donasi “3.000 Cahaya untuk Indonesia”, sebuah aksi donasi lentera tenaga surya untuk masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dan penerangan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Lentera tenaga surya yang ramah lingkungan dan mudah digunakan ini diberikan dalam rangka mendukung Hari Bumi 2018 yang diperingati setiap tanggal 22 April, untuk memberikan kehidupan yang lebih bahagia dan produktif bagi warga Kutai Timur dan Flores Timur.

“Berkomitmen membawa kebahagiaan untuk masyarakat Indonesia, tahun ini kami kembali memberikan 3.000 lentera tenaga surya bagi warga Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang belum secara maksimal mendapatkan akses listrik secara merata. Lentera tenaga surya yang kami berikan mudah digunakan, tidak memerlukan listrik maupun pemeliharaan yang rumit sehingga dapat mendukung produktivitas di malam hari serta interaksi antar anggota keluarga yang lebih berkualitas,” papar Kanghyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia.

Donasi 3.000 lentera tenaga surya ini didistribusikan ke daerah – daerah yang paling membutuhkan penerangan di Kutai Timur dan Flores Timur masing-masing sebanyak 1.500 unit, yang disambut baik dan dibantu langsung oleh masing-masing Pemerintah Daerah Kabupaten. “Kami sangat senang menerima donasi lentera tenaga surya ini, yang sangat tepat dengan kebutuhan masyarakat Flores Timur. Dengan memanfaatkan lentera tenaga surya pemberian Samsung, anak-anak dapat belajar di malam hari dan warga perempuan dapat menyelesaikan pesanan produk anyaman dan tenunan dengan cepat dan lebih banyak,” papar Antonius Gege Hajon, Bupati Kabupaten Flores Timur.

Produk-produk anyaman yang dibuat warga Pulau Solor menjadi salah satu komoditi ekspor favorit yang banyak mendapatkan pesanan dari berbagai Negara serta menjadi salah satu produk merchandise resmi Asian Games 2018.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia mengungkapkan pada 2018 Indonesia ditargetkan sudah bebas dari rumah dan desa tanpa penerangan. Jika hanya sekedar memperoleh penerangan atau dialiri listrik ala kadarnya, jumlah desa yang belum memperoleh penerangan sekitar 12.500 desa, sementara 2.500 desa diantaranya membutuhkan sambungan atau aliran listrik yang juga digunakan untuk berbagai keperluan lainnya seperti televisi dan lainnya.

“1.500 lentera tenaga surya kami distribusikan ke beberapa distrik di Kutai Timur dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi penerangan setempat. Kondisi penerangan saat ini di Kutai Timur sudah mulai terakses oleh listrik, namun belum teraliri dengan maksimal. Merupakan hal yang lazim dimana listrik padam di malam hari. Dengan adanya donasi Samsung ini, masyarakat kami lebih bahagia karena dapat melanjutkan rutinitas kegiatan mereka di malam hari tanpa kecemasan cahaya” ungkap Ir. H. Ismunandar, MT, Bupati Kabupaten Kutai Timur.

Turut berpartisipasi aktif dalam gerakan peduli lingkungan seperti Hari Bumi, lentera tenaga surya diberikan oleh Samsung sebagai pilihan penerangan yang ramah lingkungan. Sesuai namanya, lentera ini cukup dipaparkan pada matahari secara langsung selama sepuluh jam untuk mendapatkan energi penuh dan memberikan penerangan selama duabelas jam. Ada tiga moda pencahayaan yang dapat dipilih, yaitu terang, sangat terang, dan berkedip, sehingga bisa disesuaikan kebutuhan pemakai. Lentera ini juga dapat dilipat dan mudah disimpan, bisa digantungkan atau dibawa sambil berjalan, sehingga juga mendukung mobilitas di malam hari.

“Di Samsung, kami tidak hanya membuat produk dan layanan, namun juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat dunia yang lebih baik di mana pun Samsung beroperasi. Hari ini, kami wujudkan dengan membantu komunitas Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur dan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur untuk memiliki kualitas hidup lebih baik,” tutup Kanghyun Lee. (ro)

Leave a Reply


*