09/01/2023

Jadikan yang Terdepan

Kompetisi Rumah Sempit 2018, 3.500 Orang Berebut Hunian dari Rumah123.com

Jakarta 13 Maret 2018, KabarGRESS.com – Tak bisa dipungkiri bahwa harga hunian kian meroket tiap tahunnya. Alhasil, masih banyak masyarakat yang belum bisa memiliki hunian sendiri. Tingginya kebutuhan papan ini terlihat dari respons positif terhadap gelaran Kompetisi Rumah Sempit 2018.

Kompetisi Rumah Sempit 2018 merupakan bagian Festival Properti Indonesia yang digelar Rumah123.com. Acara yang memperebutkan hadiah sebuah hunian tersebut berhasil menarik 3.500 pendaftar yang berasal dari seluruh Indonesia.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung menjelaskan bahwa kompetisi sepenuhnya berfokus pada aspek kreativitas publik. “Pemenang kompetisi ini tidak lagi harus memikirkan keterbatasan anggaran untuk mendapatkan hunian. Pemenang kompetisi ini tetap harus membayar, tapi tidak berarti dengan uang. Bisa dengan barang kesayangan seperti boneka waktu kecil, atau ibu-ibu yang mau ikut bisa membayarnya dengan panci andalan mereka,” ujar Country General Rumah123, Ignatius Untung.

Dari ribuan pendaftar,  telah tersaring menjadi 50 peserta yang pada 8 Maret 2018 maju ke tahapan seleksi berikutnya. Tes fisik dan wawancara yang dilakukan Rumah123 telah menghasilkan finalis 18 besar yang siap adu ketahanan di Kompetisi Rumah Sempit 2018.

Berikut nama-nama finalis tersebut:

  1. Yanuar Panigar – Surabaya – (Barang yang ditukarkan: Lukisan dibuat pertama kali)

Motivasi: Untuk rumah sendiri

  1. Novan Budi Indiarto – Jakarta Barat – (Barang yang ditukarkan: Motor)

Motivasi: Sering diledek keponakan karena belum punya rumah

  1. Chandra – Jakarta Timur – (Barang yang ditukarkan: Stetoskop)

Motivasi: Ingin membuat hadiah apartemen menjadi rumah sehat.

  1. Bernardinus Sumarjanto – Yogyakarta – (Barang yang ditukarkan: Gelang Lahiran Anaknya)

Motivasi: Tertantang melewati tantangan yang ada

  1. Wilken Paskalis – Jakarta – (Barang yang ditukarkan: Bantal Custom Gambar Anak – Istri) Motivasi: Keluarga
  2. Ashari Yudha – Depok – (Barang yang ditukarkan: Tas Traveling)

Motivasi: Untuk tempat tinggal setelah nikah

  1. Iswanto – Makassar – (Barang yang ditukarkan: Kamera Nikon D3200)

Motivasi: Untuk keluarga karena istri suka marah-marah lantaran belum punya rumah

  1. Wian Indrawan – Jakarta Timur – (Barang yang ditukarkan: Motor)

Motivasi: Untuk membahagiakan keluarga

  1. Andhika Kurnia – Jakarta – (Barang yang ditukarkan: Setrika Laundry)

Motivasi: Ingin membuktikan pada keponakannya yang berumur 5 tahun dia bisa punya rumah

  1. Rista Febriani – Bogor – (Barang yang ditukarkan: Kacamata)

Motivasi: Untuk ibunya

  1. Evi Junianti – Bandung – (Barang yang ditukarkan : TV 32”)

Motivasi: Untuk rumah sendiri

  1. Fitri Arista – Jakarta Pusat – (Barang yang ditukarkan: Sajadah dan Burung Bapak) Motivasi: Untuk bapaknya yang sudah menjual tanahnya untuk biaya dia kuliah
  2. Ganis Dewi – Jakarta Timur – (Barang yang ditukarkan: Miniatur Sepeda)

Motivasi: Untuk memberikan rumah untuk orang tua

  1. Caesa – Jakarta – (Barang yang ditukarkan: Jaket Jeans )

Motivasi: Untuk keluarga dengan jerih payah sendiri

  1. Sri Haryani – Jakarta – (Barang yang ditukarkan: Aksesoris Kalung)

Motivasi: Untuk membuktikan kepada mantan suami bahwa dia bisa membeli hunian sendiri

  1. Aditra Putri – Kebayoran Baru – (Barang yang ditukarkan: Gaun Benang Emas)

Motivasi: Untuk rumah bersama suami tercinta

  1. Yunita Rotua – Jati Cempaka – (Barang yang ditukarkan: Sapu)

Motivasi: Ingin rasanya menyapu dirumah sendiri

  1. Prima Rundita – Jakarta (Barang yang ditukarkan: Edukasi Beli Properti)

Motivasi: Untuk diri sendiri, dan ingin memberikan edukasi bahwa membeli properti itu penuh perjuangan

Kompetisi Rumah Sempit besutan Rumah123 tahun ini akan digelar bersamaan dengan ajang Festival Properti Indonesia. Pemenang Kompetisi Rumah Sempit 2018 bisa memiliki hadiah berupa 1 unit apartemen tipe studio di Tifolia Apartment Kelapa Gading dari Duta Anggada seharga Rp350 juta. Syaratnya, peserta harus berdiri di rumah sempit berukuran 2,5 x 2,5 meter selama 5 hari 4 malam.

Tidak asal berdiri, peserta kompetisi akan berhadapan dengan beragam tantangan sebagai proses eliminasi. Durasi kompetisi yang lebih panjang dari sebelumnya ini dilaksanakan dengan jaminan keamanan profesional. Setiap peserta kompetisi akan mendapat pendampingan medis dari dokter profesional. (ro)