29/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BI Edukasi dan Gencarkan Transaksi Non Tunai

Jakarta, KabarGRESS.com – Dalam upaya mewujudkan transaksi yang aman, efisien dan praktis, Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi tiada henti sekaligus menggencarkan sistem pembayaran non tunai. Bahkan targetnya mencapai seluruh pelosok desa di negeri ini.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky P Wibowo, mengungkapkan saat ini sudah terdapat beberapa sektor dari gerakan non tunai yang telah berjalan, misalnya untuk pembayaran transportasi, kepentingan transaksi belanja, transaksi jalan tol, hingga penyaluran bantuan sosial.

“BI terus mendorong pergeseran perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke non tunai melalui empat strategi, diantaranya interoperabilitas dan interkoneksi melalui kartu kombo dan pemberdayaan keagenan, pembayaran elektronik di seluruh ruas jalan tol, pembayaran elektronik terintegrasi antar moda, cash management system, dan penyediaan layanan keuangan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI),” ungkapnya di sela-sela ‘Pelatihan Wartawan Daerah BI 2017’ di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Berdasarkan data BI, lanjutnya, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sudah mencapai 6 juta orang dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah mencapai 1,2 juta orang. Sedangkan untuk elektronifikasi jalan tol, saat ini sudah efektif diberlakukan di 35 ruas tol.

Hingga Nopember 2017, realisasi penyaluran PKH sudah mencapai 99,16% dan penyerapan mencapai 99,04%, dimana target hingga akhir tahun adalah 100 persen. Sedangkan realisasi penyaluran BPNT telah mencapai 98,41% dengan penyerapan mencapai 52,18%.

Sementara itu, elektronifikasi pada 35 jalan tol mampu mendorong rata-rata penetrasi non tunai nasional sebesar 98 persen. Hingga kini sudah ada 17 ruas jalan tol yang mencapai elektronifikasi sebesar 100%. “Saat ini gerbang tol full non tunai di Indonesia juga sudah mencapai 95%,” tandas Pungky.

Saat ini realisasi non tunai di Indonesia sudah mencapai 1,8% dari produk domestik bruto (PDB). BI lalu menargetkan transaksi non tunai di Indonesia bisa mencapai 2,1% dari PDB secepatnya.

“Untuk itulah kami terus membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung non tunai serta terus mengedukasi masyarakat. Serta mendorong pihak terkait untuk terus melakukan sosialiasasi terkait sistem pembayaran non tunai,” imbuhnya. (Ro)

Teks foto: Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Pungky P Wibowo, menyampaikan materi di hadapan 580 wartawan.