23/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Mahasiswi Ubaya Citakan Cara Belajar Tajwid dengan Mudah dan Benar

Surabaya, KabarGress.com – Mahasiswa Program Kekhususan Multimedia Jurusan Teknik Informatika fakultas Teknik Universitas Surabaya membuat multimedia interaktif pembelajaran Ilmu Tajwid untuk tugas akhir. Inovasi buatan Dewi Pratiwi ini meminimalisir kesalahan dalam membaca Al-Quran karena dibantu dengan audio serta visual gerakan mulut dan bibir. Karya ini sangat berbeda dan belum pernah dijumpai di masyarakat. Publikasi multimedia interaktif pembelajaran Tajwid dilakukan di Gedung International Village Kampus Tenggilis Universitas Surabaya Jalan Raya Kalirungkut Surabaya, Senin (13/7/15).

Yang melatarbekangi  Dewi memilih aplikasi belajar tajwid karena materi tajwid yang ada di masyarakat saat ini kurang lengkap. Selain itu media yang menyajikan tajwid secara interaktif pun terbilang cukup mahal. Kelebihan dari aplikasi miliknya yaitu dapat membantu memberikan tuntunan bagaimana cara pengucapaan bacaan tajwid yang tepat dengan dilengkapi audio yang direkam langsung dari guru pengajar Al-Qur’an bersertifikasi.

Dengan tampilan sebagian besar berwarna coklat ini, menurut gadis kelahiran Surabaya ini memberikan kesan tenang. Pada halaman pembuka, ada 3 pilihan yang diberikan. Ikon mulai, ikon pengetahuan, dan ikon mini games.

Pada ikon mulai, terdapat 11 ilmu tajwid yang ditawarkan untuk dipelajari. Anak ke 3 dari 6 bersaudara ini menyajikan tajwid yang dapat diakses dengan fleksible, sehingga pengguna dapat mempelajarinya sesuai dengan keinginanan. Dari 11 ilmu tajwid yang bisa dipelajari ada 1 yang berbeda cara pembelajarannya. Yaitu ilmu yang ke 11 tentang Gharib. Pada bagian gharib ini terdapat penjelasan mengenai beberapa kalimat dalam Al-Qur’an yang harus dibaca secara khusus (cara membacanya berbeda dengan kaidah pada umumnya). Seperti yang dicontohkan pada program milik Dewi sapaan akrabnya, pada contoh surat Hud ayat 41 kalimat yang bertulis ‘majroha’ harus dibaca ‘majreha’. Pengetahuan tentang gharib ini banyak tidak diketahui oleh masyarakat umum sehingga banyak dari mereka yang masih membaca dengan ‘majroha’.

Ada 2 dari 6 istilah gharib yang ditampilkan oleh alumni SMA 3 Sidoarjo ini yang ditampilkan melalui gerakan mulut dan bibir. 2 istilah tersebut adalah Isymam dan Saktah. Isymam adalah menampakkan harakat dhommah yang terbuang dengan isyarat bibir. Dalam Surat Yusuf ayat 11, Dewi menampilkan animasi gerakan dan audio yang benar dan tepat.

“Awal mula ketertarikan saya dalam membuat aplikasi multimedia dari yang sudah ada untuk mencari solusi kekurangannya,” ungkap Dewi Pratiwi. Dengan berkonsultasi dengan guru pengajar bersertifikat di lembaga UMMI Fondation tambahnya. UMMI adalah tempat dimana Dewi Pratiwi memperdalam ilmu membaca Al-Quran.

Pada ikon pengetahuan, Dewi membaginya menjadi 2 bagian yaitu adab dan keutamaan membaca Al-Quran. Dalam adab membaca Al-Quran terdapat beberapa pengetahuan yang penting disampaikan kepada para pembaca yaitu sebelum membaca Al-Quran dianjurkan untuk wudhu terlebih dahulu dan mengawali membaca Al-Quran dengan bacaan Ta’awudz. Sedangkan dalam keutamaan membaca Al-Quran terdapat penjelasan mengenai manfaat yang diraih ketika seseorang membaca Al-Quran. Salahsatu contohnya yaitu setiap 1 huruf hijaiyah yang dibaca akan bernilai 10 kali lipat pahala kebaikan. Manfaat lainnya yaitu apabila seseorang membaca Surat Al-Baqarah di rumah, maka setan akan pergi dari rumah tersebut.

Pada ikon mini games, gadis kelahiran tahun 92 menyuguhkan latihan berupa soal-soal yang bersifat interaktif dengan tujuan supaya user terbantu dalam menghafal teori-teori yang diajarkan sebelumnya. Misalnya user  diminta untuk menebak panjang mad  kemudian dibantu dengan pilihan jawaban 2 atau 4 atau 5 atau 6 harakat. Disetiap soal ada batasan waktu untuk mengerjakan. Total ada 45 soal yang harus ditampilkan secara acak.

Contoh mini games  berikutnya adalah memasangkan bacaan tajwid. “Pada permainan yang ini saya ingin supaya user mencocokkan bacaan tajwid dengan nama tajwid yang sudah saya sediakan,” ungkap Dewi Pratiwi. Terdapat 10 soal dalam babak ini.

Butuh 1 tahun untuk membuat aplikasi ini. 6 bulan pengumpulan data dan 6 bulan berikutnya pembuatan programnya. “Relatif lama karena dalam aplikasi ini total ada 90 suara, 24 animasi dan 2 video yang harus saya buat,” ujar gadis yang tinggal di kawasan Pondok Mutiara Sidoarjo.

“Kedepan, aplikasi belajar membaca tajwid ini bisa lebih luas diakses masyarakat. Karena sejauh ini masih terbatas pada pengguna android. Harapan kami Dewi menguploadnya di play store dan pengguna IOS juga bisa mengakses,” ungkap Richard Pramono, S.Kom., M.Sc. selaku pembimbing II. (ro)