24/01/2024

Jadikan yang Terdepan

PILEG TINGGAL HITUNGAN HARI , R. EDI RACHMAT AJAK COBLOS CALEG BERBASIS HATI NURANI !

Money politik atau politik uang masuk dalam katagori suap atau sogok adalah risywah yaitu suatu pemberian dalam bentuk hadiah yang diberikan kepada orang lain dengan mengharapkan imbalan tertentu yang bernilai lebih besar adalah haram.

KabarGress.com – Pragmatis transaksional atau Money politik menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Konon untuk meraup suara besar publik tidak perlu diksi atau program. Suport logistik yang besar ” aksi sebar ” meski tanpa gagasan , dan program Calon Anggota Legislatif ( Caleg) di yakini bakal di pilih dan di coblos oleh pemilik suara .

Boleh jadi bagi Caleg yang miskin diksi , tidak memiliki akses publik , tetapi di back up logsitik besar , pingin menang dan harus menang dalam helatan Pemilu Legislatif bisa saja memakai pendekatan logistik supaya mendapat trust publik .

Namun tidak demikian , dengan R. Edi Rachmat, SE , MM, Caleg DPRD Kota Surabaya dan Sudarsono Caleg DPRD Provinsi Jatim dari Partai Hanura No 2 Dapil Jatim 1 Surabaya , ini. Edi Rachmat Caleg Hanura No 1 Dapil 4 di semua kampanye nya mengajak warga metropolis di Dapilnya memilih calon wakilnya di DPRD berdasarkan hati nurani , dan bukan karena di beri uang.

Sebaiknya menurut Edi Rachmat hindari money politik. Sebab money politik atau politik uang berdampak buruk pada demokrasi . Dan dari prespektif moral juga tidak baik money politik ditinjau dari terminologi agama masuk dalam katagori risywah , yang hukumnya haram. Bila tetap dilakukan maka baik yang menerima dan memberi masuk neraka .

Untuk itu pilihan seyogjanya berbasis ketetapan hati ,” Tentukan pilihan berdasar hati nurani . Jangan aspirasi dan suara politik ditukar dengan uang yang tidak seberapa ,” tegas Edi Rachmat , di Kantor DPC Hanura jl Citandui No 02 , Rabu ( 24/1/2024).

Bila memilih seorang wakil rakyat di DPRD karena uang hemat Edi Rachmat , selama 5 tahun akan merugi. Hubungan pemilih atau konstituen dengan anggota dewan hubungan nya terputus tidak bersambung. Tidak pernah turun Dapil sapa warga baik lewat skema jasman maupun personal. Hal itu bisa terjadi , karena mereka merasa tidak memiliki koneksi dengan para pemilih ataupun konstituen .

Padahal jika suara yang dipercayakan kepada Caleg murni berdasarkan hati nurani serta atas integritas ,kapasitas ,kapabilitas tanpa ” embelĀ² uang” maka ketika Caleg itu menang dan menjadi anggota dewan akan mampu mengemban amanah pemilih dan tentunya di DPRD bakalan memperjuangkan kepentingan publik (*/r)