
MAGETAN – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Jawa Timur menggelar vaksinasi Covid-19 massal di wilayah kerja Puskesmas Kartoharjo Kec. dan Takeran Kec. Takeran Magetan. Vaksinasi juga diikuti santri dan pelajar. BINDA JATIM menargetkan lebih dari 110.000 dosis sampai akhir Desember. Vaksinasi massal ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Magetan.
“Meskipun capaian vaksinasi wilayah Jawa Timur dinilai tinggi. Dan alhamdulillah Magetan sudah masuk level 1 namun sampai akhir tahun 2021. Pemerintah melalui BINDA Jawa Timur terus menggelar Vaksinasi Covid-19 secara massal bagi masyarakat, Santri dan pelajar, bahkan menargetkan lebih dari 110.000 dosis sampai dengan akhir bulan desember,” ujar Haryanto, korlap vaksinasi massal BINDA Jatim di Wilayah Magetan.
Dijelaskan, pemerintah melalui BINDA Jawa Timur terus berupaya melakukan penanggulangan covid 19. Karena Covid-19 masih membahayakan kesehatan masyarakat. Vaksinasi massal bagian dari upaya penanggulangan dan penghambat penyebaran Covid-19. Covid harus tetap diwaspadai oleh masyarakat seiring munculnya varian-varian baru, terakhir varian omicron yang ditemukan di USA. Pemerintah tanpa henti melakukan vaksin, agar dampak covid-19 tidak melebar-lebar kemana-mana hingga menggangggu aktifitas ekonomi maupun aktivitas kehidupan dari sektor apapun.
“Upaya BINDA JATIM tersebut salah satunya diwujudkan dalam kegiatan vaksinasi massal, dengan menggandeng Dinas Kesehatan Magetan melalui Puskesmas Kartoharjo dan Puskesmas Takeran. “Hari ini kami menggelar vaksinasi massal di Puskesmas Kartoharjo dengan target 500 dengan sasaran masyarakat santri dan pelajar yang belum tervaksin dan alhamdulillah target Insya Allah terpenuhi. Kalaupun gagal karena ada suatu hal, itupun hanya satu-dua orang,” ujar Kepala Puskesmas Kartoharjo Theresia Heny Widyastuti.
Vaksinasi dengan sistem door to door juga dilakukan. “ Alhamdulillah kami sudah melaksanakan boleh dibilang 100 persen dengan sasaran lansia. Bagi kami lansia adalah fokus utama atau target utama kami,” tandasnya.
Sementara Kepala Puskesmas Takeran, Agus Budi mengatakan, akhir-akhir ini boleh dibilang agak susah mencari sasaran vaksin. Itu sangat dimungkinkan karena Magetan masuk level 1 artinya masyarakat yang sudah vaksin cukup tinggi. Strategi di Takeran dengan mefokuskan sistem door to door. Hasilnya sesuai harapan.
“Dalam satu minggu ini kami fokus melakukan vaksinasi dengan sistem door to door dengan harapan menyisir masyarakat khususnya lansia yang belum terpakai dan kami telah menyiapkan sekitar 1000 dosis untuk kegiatan door to door ini. Setelah itu Minggu berikutnya baru kami akan fokus menggelar vaksinasi massal kembali dengan sasaran masyarakat pra lansia santri dan pelajar belum vaksin satu atau dua ,” katanya.
Strategi jemput bola ini wujud pelayanan. Bukan hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas, tetapi petugas bertindak aktif myambangi dari rumah ke rumah. Lagi pula warga yang sudah lansia yang jaraknya jauh dari puskesmas tentu sangat kesulitan, selain perjalanan, fisik warga lansia tidak memungkinkan untuk keluar rumah.
Sedangan menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru, berikut pemberlakuan PPKM level serta ancaman penyebaran varian baru yaitu varian omicron, menjadi pengawasan ekstra ketat dari pemerintah. BINDA Magetan berharap liburan akhir tahun, jangan sampai ada kerumunan dan peningkatan penyebaran covid. BINDA JATIM Magetan berharap dengan gerakan vaksin mempercepat herd immunity. (Gie)
Foto: Lansiapun sasaran vaksinasi BINDA JATIM
More Stories
Smartfren Sukses Antisipasi Peningkatan Traffic Natal dan Tahun Baru 2023 di Jawa Timur
Warung Nasi Mbolang Murah Meriah
Rayakan 365 Hari Pascamerger, IOH dan twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023