
KABARGRESS.COM, NGAWI – Moment satu ini sangat biasa ditunggu-tunggu santri dan nahdliyin. Tak lain dan tak bukan adalah kegiatan ziarah ke makam muassis Nahdaltul Ulama (NU) Ngawi. Ziarah diawali bancaan dan doa bersama di kantor PC NU Ngawi, komplek Masjid Lintang Songo. Hadir Bupati Ngawi Ony Anwar, Ketua Tanfidziyah PC NU KH Ahmad Ulinnuha Rozy, Ketua Syuriah NU KH Abdul Azis. Wabup Dwi Rianto Jatmiko bergabung di lokasi makam muassis NU di Paron.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 juga dihadiri pengurus PC NU, MWC NU se Ngawi, badan otonom, fatayat NU dan nahdliyin. “Alloh belum mencatat kalau kita belum memperlihatkan perjuangan para pejuang dahulu. Bangsa yang besar selalu mengingat atau menghargai jasa pejuang, jasa sesepuh kita. Kita diajari oleh poro kiai agar menghargai, mengingat perjuangan sesepuh-sesepuh kita. Apalagi di peringatan HSN ini mengajak kepada masyarakat untuk selalu menghargai jasa para ulama dan pendahulu,” tutur KH Ulin di sela-sela persiapan pemberangkatan ziarah.
Menurut Kiai Ulin, kemerdekaan Negara Kesatuan Indonesia Republik Indonesia (NKRI) andil besar para ulama. Ulama dahulu mengajarkan berjuang untuk dunia akherat. “Satu syarat ridlo Alloh, tidak lupa pada asal-usul. Para ulama mengajarkan pada kita khususnya pada para santri, jangan lupa pada asal usul,” tuturnya.
Santri sesungguhnya, lanjut Kiai Ulin, tidak harus mukim di pondok pesantren. Hakekatnya santri harus mencintai Alloh, mencintai kanjeng nabi, mencintai pimpinan, mencintai ulama, mencintai NKRI. “Itulah santri sesungguhnya,“ katanya.
Sedangkan Bupati Ngawi Ony mengatakan esensi peringatan HSN adalah menjaga harmonisasi, bersinergi, berkolaborasi, menjaga kondusifitas dalam melaksanakan pembangunan. Hal itu untuk mewujudkan perjuangan para leluhur. “Yang kita harapkan guyub rukun akan memantulkan ridlo Aloh,” ujarnya.
Usai menyantap berkat slametan, Bupati Ony, Kiai Ulin dan Kiai Abdul Azis beserta peziarah menuju makam Muassis NU Ngawi KH Ma’mun Afandi, di makam Kembangan Desa Beran. Bupati dengan khusyu’ mengikuti tahlil di makam pendiri masjid Baiturrahman Beran. Sebelum menetap di Beran Ngawi Kiai Ma’mun santri Ponpes Termas Pacitan, Ponpes di Mangunsari Tulungagung, Ponpes Krapyak Jogjakarta, hingga berjuang dan berdakwah bersama Nahdliyyin Ngawi.
Selanjutnya ziarah dilanjutkan ke makam KH. Ahmad Romlan (Bringin), KH. Abdul Qohar (Teguhan Paron), KH. Ali Mustofa (Babadan Paron), KH. Abdus Salam (Ngijo Kendal Ngawi), KH. Asroful Anam (Kedungprahu, Widodaren). (*)
More Stories
Smartfren Sukses Antisipasi Peningkatan Traffic Natal dan Tahun Baru 2023 di Jawa Timur
Warung Nasi Mbolang Murah Meriah
Rayakan 365 Hari Pascamerger, IOH dan twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023