
Surabaya – Stabilitas sektor jasa keuangan di Jawa Timur masih terjaga. Hal ini tercermin dari kecukupan modal dari Bank Umum (BU) dan BPR/S yang berkantor pusat di Jawa Timur, yang masih di atas threshold yaitu 21,90% (4 BU), 33,91% (280 BPR) dan 21,90% (27 BPRS). Hal itu disampaikan Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi, saat Cangkrukan Media dengan tema Update Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kamis (6/5/2021).
Menurutnya, agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jawa Timur masih terus berjalan seiring dengan membaiknya setahap demi setahap perekonomian Jawa Timur. Saat ini, kondisi ekonomi Nasional dan Jawa Timur, mulai menunjukkan pemulihan. Meskipun masih terkontraksi akibat pandemi Covid-19.
“Kestabilan sektor jasa keuangan ini, sangat penting untuk mendukung pemulihan, sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
“Kecukupan likuiditas masih mencukupi, untuk antisipasi kebutuhan masyarakat yang tercermin dari posisi Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga sebesar 36,33% (AL/DPK) dan Alat Likuid terhadap Non Core Deposit sebesar 189,40% (AL/NCD). Risiko kredit masih termitigasi dengan baik dimana NPL Perbankan 3,76% dan NPF Perusahaan Pembiayaan 2,86%,” tambahnya.
Kinerja sektor jasa keuangan di Jawa Timur selama TW I 2021 masih terjaga. Pertumbuhan aset perbankan meningkat 7,83% YoY, DPK 8,30% YoY, meskipun pertumbuhan kredit masih terkontraksi sebesar 1,68% YoY.
Di sektor Pasar Modal, jumlah investor meningkat 98,02%, yang berpengaruh pada kenaikan nilai transaksi yang mencapai 45,46%. Sementara itu pembiayaan yang diberikan melalui Fintech P2P Lending, tumbuh 22,14% YoY. Sedangkan pembiayaan oleh Perusahaan Pembiayaan, masih terkontraksi sebesar 15,78% YoY.
Pelaksanaan program restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid-19 di Jawa Timur pada April 2021 mencapai Rp 137,6 Triliun. Yang berasal dari sektor perbankan sebesar Rp 115,6 Triliun (1.284.197 debitur) dan sektor Industri Keuangan Non Bank sebesar Rp 21,9T (857.548 debitur).
Realisasi penyaluran kredit PEN di Jawa Timur sampai dengan 30 April 2021 mencapai Rp 33,2 Triliun. Dimana Rp 25,9 Triliun dari total kredit tersebut telah disalurkan kepada 671.003 debitur UMKM.
OJK Regional 4 Jawa Timur bersama berbagai lembaga, di bawah koordinasi Gubernur Jawa Timur terus bersinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Dalam rangka mendukung program PEN selama TW I 2021, beberapa kegiatan dilaksanakan. Diantaranya adalah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Timur, yang terus meningkatkan pemberian pendanaan bagi UMKM oleh Lembaga Jasa Keuangan.
“Selain itu juga mendorong Jawa Timur menjadi basis industri halal di Indonesia, pendampingan usaha dan literasi keuangan ke Pondok Pesantren, talkshow tentang bisnis dan investasi halal, mendukung perdagangan antar daerah. Serta melakukan mediasi kepada debitur terdampak pandemi Covid-19, yang salah satunya adalah driver online,” pungkasnya. (Ro)
More Stories
Smartfren Sukses Antisipasi Peningkatan Traffic Natal dan Tahun Baru 2023 di Jawa Timur
Warung Nasi Mbolang Murah Meriah
Rayakan 365 Hari Pascamerger, IOH dan twimbit Luncurkan Hasil Riset Empowering Indonesia 2023