23/04/2024

Jadikan yang Terdepan

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak seluruh Kepala Daerah Wujudkan Kedaulatan Pangan

Surabaya, kabargress.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh Bupati dan Walikota untuk mewujudkan pesan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-42 tahun 2022 yakni “Leave No One Behind; Better Production, Better Nutrition, a Better Environment, and a Better Life”yang artinya jangan tinggalkan satu orang pun: produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik.

“Kita harus menyiapkan kedaulatan pangan dan kewenangan para kepala daerah, Bupati dan Walikota kuat sekali untuk bisa me-Manage Bagaimana kedaulatan pangan bisa kita wujudkan di Provinsi Jawa Timur,” ungkap Khofifah pada Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Provinsi Jawa Timur tahun 2022, di Gedung Jatim Expo, Rabu (19/10/2022).

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Provinsi Jatim juga dihadiri sejumlah Bupati dan Walikota se-Jawa Timur dan juga dimeriahkan berbagai lomba dan pameran pangan dari pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Gubernur Khofifah mengharapkan seluruh pemerintah daerah di Jawa Timur agar mencapai produksi pangan yang lebih baik dengan menjaga produksi padi dan  memanfaatkan area lahan untuk meningkatkan penanaman kembali. “Produksi padi kita Insya Allah tetap tertinggi dari provinsi lain, tapi setinggi tahun 2020 dan 2021,” tandasnya.

Untuk mewujudkan kebutuhan nutrisi yang lebih baik, Gubernur Khofifah menekankan kembali pengurangan angka stunting yang telah ditargetkan Presiden Joko Widodo, agar mencapai di bawah angka 14 persen pada tahun 2024.

Sedangkan terkait upaya lingkungan yang lebih baik, Gubernur Khofifah meminta Bupati dan Walikota agar tidak menjual Lahan Sawah Dilindungi (LSD) untuk area industri guna kedaulatan pangan. Hal tersebut menurut Gubernur Khofifah sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Perkuat Jatim Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Menurut Khofifah, sektor pangan menjadi salah satu ancaman dari tiga ancaman krisis global selain sektor energi dan keuangan. Maka dalam momentum Hari Pangan Sedunia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong berkembangnya food estate serta pekarangan pangan lestari demi menjaga ketahanan pangan.

Dijelaskan Gubernur Khofifah, food estate atau lumbung pangan merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan sampai dengan peternakan di suatu kawasan.

Pengembangan model ini, akan berselaras dengan semangat Hari Pangan Sedunia yang mengusung tema “Leave No One Behind; Better Production, Better Nutrition, a Better Environment, and a Better Life”.

“Di Gresik bisa dijadikan contoh oleh daerah lain untuk memulai pengembangan food estate. Karena tiap daerah punya keunggulan pangan masing-masing, saya rasa food estate akan memperkuat ketahanan pangan nasional terkhusus juga di Jatim,” urainya.

Saat ini, Food Estate Mangga di Gresik terdapat di empat kecamatan, yaitu di Kecamatan Dukun seluas 1.205 hektare, Kecamatan Sidayu seluas 1.506 hektare, Kecamatan Panceng seluas 2.410 hektar dan Kecamatan Ujungpangkah seluas 903 hektare. Di bawah pengelolaan PT Galasari Gunung Sejahtera, food estate tersebut akan mengembangkan mangga varietas malaba, gadung-21, arummanis dan garifta.

Gubernur Khofifah kemudian secara khusus mengajak pemerintah Kabupaten/Kota untuk menemu kenali potensi besar pangan daeranya untuk bisa diproyeksikan pada program lumbung pangan.

“Ada manggis di Banyuwangi yang bisa dikembangkan. Jejaring Banyuwangi juga luar biasa di sektor pangan. Jadi kalau misalnya ada food estate manggis di sini sangat bagus,” ujarnya.

Dirinya kemudian mengatakan dalam mendukung program lumbung pangan itu, penting untuk melibatkan banyak pemangku kebijakan. “Untuk menjaga ketahanan pangan, penting melibatkan banyak pemangku kebijakan dari hulu hingga hilir. Mulai dari sarana prasarana, alat dan mesin pertanian, petani atau gabungan kelompok tani, penjamin komoditas hasil tani (offtaker), hingga industri modern,” tukasnya.

“Kita harus bersiap menghadapi ancaman 3 krisis akibat dampak pandemi dan perang Rusia-Ukraina,” tambahnya.

Hal tersebut kemudian juga selaras dengan apa yang dikatakan oleh Presiden RI Joko Widodo. Mengutip laman instagram pribadinya, Jokowi mengatakan bahwa saat ini dunia harus bersiap menghadapi dampak pandemi dan perang Rusia-Ukraina. “Oleh karenanya, saya Optimis bahwa pengembangan lumbung pangan akan meningkatkan ketahanan pangan di Jatim,” imbuhnya.

Rasa optimistis itu kemudian juga dibuktikan dengan predikat Jawa Timur merupakan Provinsi Lumbung Pangan Nasional. Hal ini ditunjukkan pada sektor pertanian, dimana pada tahun 2020 dan 2021 Jawa Timur merupakan Provinsi dengan produksi padi Nomor 1 Nasional yaitu sebesar 9,94 Juta Ton gabah kering giling (GKG).

Di samping itu, Jawa Timur merupakan Provinsi dengan kontribusi Nomor 1 Nasional untuk komoditas Jagung, Cabe rawit, Bawang Merah, Mangga, Pisang, dan Mawar. Demikian pula untuk komoditas pangan lain yang meliputi sapi potong, sapi perah, ayam petelur, daging, telur, susu, gula kristal tebu, tembakau dan garam yang juga merupakan Nomor 1 Nasional. Jawa Timur juga merupakan eksportir tertinggi Nasional untuk komoditas perikanan meliputi tuna, cakalang, tongkol dan udang.

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah bersyukur bahwa capaian produksi padi Jatim tercatat terbesar secara nasional juga diikuti dengan naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) di Jatim. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur yang dirilis pada 1 September 2022, NTP Jawa Timur pada bulan Agustus 2022 naik dari bulan sebelumnya sebesar 0,66 persen yaitu dari 102,66 menjadi 103,33. Sementara perkembangan NTP bulan

Agustus 2022 (year-on-year) juga mengalami kenaikan sebesar 3,27 persen yaitu dari 100,06 menjadi 103,33. “Dengan meningkatnya NTP, maka saya yakin bahwa kesejahteraan petani di pedesaan juga meningkat pula. Terima kasih para petani se-Jatim atas peran besarnya,” ujar Khofifah.

Tak sampai disitu saja, Mantan Menteri Sosial RI ini pun percaya bahwa jika pengembangan program pekarangan pangan lestari di maksinalkan, disertai dengan Inovasi, Kolaborasi dan Inisiasi berbagai pihak strategis, ketahanan pangan di Jatim bisa berkembang pesat dan berdaulat.

“Semoga dengan kerjasama dan dukungan berbagai pihak strategis ketahanan pangan bisa terus tingkatkan untuk mencapai ketahanan pangan yang berdaulat,” pungkasnya. (Ro)