Surabaya – Kotoran sapi bagi sebagian orang mungkin menjijikkan, Limbah yang berasal dari peternakan sapi selama ini langsung dibuang ke sungai. Hal tersebut sudah menjadi isu mencemari lingkungan perairan.

Padahal masyarakat banyak memanfaatkan air sungai sebagai kebutuhan sehari-hari. . Namun, limbah kotoran sapi tersebut menyimpan sejumlah manfaat.

Inilah yang mendorong Universitas Ciputra Surabaya bekerja sama dengan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) melakukan inovasi pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi suatu produk yang bermanfaat dan mempunyai nilai diDesa Galengdowo, Wonosalam, Jombang.

Melalui Program Pengabdian Pembangunan Desa Mandiri (PPDM) yang didanai oleh DRPM Ristekdikti dan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jombang melakukan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah kotoran sapi pada, Rabu (14/8/2019) .

Ketua tim pelaksana PPDM tersebut adalah Dr. J.E Sutanto, M.M dari Universitas Ciputra dengan 3 anggotanya yaitu Ir. Gervasius Herry Purwoko M.T dari Universitas Ciputra, Rachmanu Eko Handriyono, S.T., M.T dan Dr. Maritha Nilam Kusuma, S.T., M.T dari ITATS.

Dr. J.E Sutanto, M.M menjelaskan bahwa Kegiatan tersebut memberdayakan masyarakat Desa Galengdowo agar dapat memanfaatkan limbah kotoran sapi (slurry) menjadi produk berupa pupuk padat, pupuk cair, briket, dan batako.

“Melalui kegiatan tersebut, harapannya masyarakat Desa Galengdowo Jombang tidak lagi membuang limbah peternakan ke sungai, tetapi mampu mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat”. Ungkap Dosen Pasca Sarjana Universitas Ciputra ini.

Sutanto menambahkan Produk tersebut dapat digunakan oleh kelompok masyarakat Desa Galengdowo sendiri atau juga bisa dijual secara umum ke masyarakat.
Pada kesempatan yang sama M. Amin Kurniawan, S.T, M. Ling selaku perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jombang menyatakan bahwa program ini agar dapat di ikuti dinas lain yang terkait dengan lingkungan lain.

“Pembuangan kotoran ternak sembarangan dapat menyebabkan pencemaran pada air, tanah dan udara (bau), berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, kualitas hidup peternak dan ternaknya” ungkap Amin.
Amin menambahkan pengelolaan limbah yang dilakukan dengan baik selain dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan juga memberikan nilai tambah terhadap usaha ternak.

“Apabila limbah tersebut tidak dikelola sangat berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan terutama dari limbah kotoran yang dihasilkan ternak setiap hari dan juga investor akan enggang utk melakukan investasi di Desa Galengdowo”pungkasnya. (r)