11/10/2021

Jadikan yang Terdepan

Bersama Komisi A, mediasi terus dilakukan antara trans icon dan para warga

Surabaya, Kabargress.com – belum usai permasalahan terkait proyek pembangunan gedung trans icon dengan warga sekitar di jalan Ahmad Yani Kecamatan Gayungan. Masih menyisakan beberapa point permasalahan yang akhirnya mendapatkan titik temu hari ini diruang rapat Komisi A DPRD kota Surabaya, Senin (11/10/21)

Aduan warga terkait trans icon yang tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama terkait perizinan, yang dirapatkan dalam hearing di ruang rapat komisi C 3 tahun silam. Kompensasi yang semestinya diberikan selama 36 bulan, hanya diterima selama 28 bulan saja.

Pertiwi Ayu Khrisna, selaku ketua Komisi A mengatakan, warga menanyakan terkait ketidaksesuaian Trans Icon disisi perizinan Lingkungan Hidup (LH). Dia berspekulasi, Bisa saja dicabut perizinan tersebut jika memilih untuk membatalkan kesepakatan.

“Tapi kenyataannya disini, beliau (pihak trans icon) akan mengkoreksi apabila ada yang kurang, sesuai dengan perjanjian yang telah dicanangkan pertama kali” terang Ayu, sapaan akrabnya.

Dia juga menjelaskan, ketika Komisi A melakukan sidak ke trans icon, warga mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan kompensasi. Namun kenyataannya, mereka mempunyai berkas dari trans icon, yang berisikan daftar warga yang telah mendapatkan kompensasi.

“Totalnya pun cukup banyak. Dari pantauan accounting nya membayarkan setiap bulan untuk cash RT RW sebanyak 750.000 per RT, RW, LPMK dan sebagainya.” Tutur politisi fraksi Golkar tersebut

Imbuhnya, management trans icon hanya mendapatkan apa yang dilaporkan dari trans icon Surabaya sesuai dengan kesepakatan 3 tahun lalu bahwa telah membayar selama 36 bulan, namun belum mengetahui bahwa yang 8 bulan tersebut belum terbayarkan.

“Jadi artinya, akan melunasi yang 8 bulan itu, dan bersedia akan merealisasikan ” jelas Ayu

Selain hal tersebut, lanjutnya, trans icon akan memberikan asuransi all risk kepada para warga yang Menjadi korban atas kecelakaan konstruksi yang mungkin saja tidak sengaja dilakukan oleh mereka.

“Jadi setiap kali ada laporan warga yang kejatuhan material, mereka akan langsung menyikapinya dan langsung mengurusnya” pungkas Ayu. (ZAK)