01/03/2021

Jadikan yang Terdepan

Komisi A Terus Upayakan Penyelesaian Polusi Debu Hitam yang Ganggu Warga

Surabaya, Kabargress.com – Karena belum bisa dipastikan berasal dari pabrik mana, Komisi A melakukan rapat dengar pendapat (hearing) untuk menindaklanjuti permasalahan polusi debu hitam yang mengganggu warga Rungkut Surabaya, Senin (01/03/21) siang.

Hearing kali ini mengundang perwakilan warga dan lurah setempat, pihak dari PT SIER, serta PT Smart Tbk saja. Direncana untuk mengundang 6 pabrik yang terduga menimbulkan debu hitam, namun hanya 2 yang dapat hadir pada hearing kali ini.

Komisi A sangat menyayangkan bahwa tidak seluruh komponen dapat hadir hari ini. Hal tersebut dapat menghambat penanganan dan penyelesaian tuntas dari masalah yang telah menimpa warga Rungkut selama kurang lebih 6 bulan terakhir.

Menurut Arif Fathoni, selaku anggota Komisi A, dari pihak warga, PT SIER maupun PT Smart, semua sudah mengutarakan faktanya terkait debu yang sedang mengganggu masyarakat Rungkut belakangan ini.

Toni, sapaan akrabnya, menekankan agar melakukan pemulihan terlebih dahulu. Karena jika menunggu mencari pelaku, masih banyak proses yang perlu dilakukan.

Toni mengatakan, Komisi A berharap untuk PT SIER melakukan cek kesehatan secara cuma-cuma kepada warga yang terganggu, agar dapat mengetahui seberapa besar dampak polusi tersebut bagi kesehatan.

Selain itu, pihak DPRD Surabaya akan melakukan pengawasan kepada PT Smart, yang berencana akan mengganti sumber bahan bakar yang dulunya batu bara menjadi gas. Akan dilihat bersama, apakah setelah pergantian itu, polusi masih akan tetap ada atau tidak.

Sementara, dari pihak PT SIER sendiri masih belum bisa memberikan informasi secara terbuka terkait hasil lab yang telah dilakukan, dengan alasan bersifat rahasia, dan tidak akan diinformasikan tanpa ada persetujuan dari pihak PT.

Namun mereka berencana untuk mencarikan solusi atas permasalahan yang terjadi, bukan siapa yang menjadi masalah. Itu akan menjadi fokus mereka untuk ke depannya.

Dari pihak warga sendiri merasa kurang puas dengan hearing pada hari ini. Muhammad Imam Asmuni, selaku Ketua RW 5 Rungkut Kidul dan juga selaku wakil dari warga mengatakan, masih belum bisa mendapatkan informasi yang jelas terkait siapa yang menjadi penyebab terjadinya polusi di daerah mereka.

Mereka berharap agar mulai besok hari polusi tersebut sudah hilang. Warga tidak mau tahu dengan informasi tentang hasil uji lab dan segala macamnya, karena yang mereka inginkan adalah keselamatan hidupnya. (ZAK)