26/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Laba Bisnis Otomotif Astra di 2020 Turun 

Jakarta, KabarGRESS.com – Pandemi virus Corona (Covid-19) berdampak pada capaian laba bersih PT. Astra International pada 2020, baik di sektor otomotif maupun secara keseluruhan.

Menurut laporan keuangan terkini, Grup Astra membukukan laba bersih Rp2,7 triliun di lini bisnis otomotif pada tahun lalu. Performa tersebut anjlok 68 persen jika dibandingkan dengan 2019 yang menyentuh Rp8,3 triliun.

Penurunan laba bersih mencerminkan merosotnya volume penjualan mobil maupun sepeda motor pada 2020. Penjualan mobil nasional turun 48 persen menjadi 532 ribu unit, sedangkan penjualan mobil dari merek-merek yang ditangani Grup Astra terkoreksi 50 persen menjadi 270 ribu unit sehingga pangsa pasar mereka pun sedikit menurun.

Di tengah situasi pandemi, grup bisnis raksasa ini secara total melakukan 34 peluncuran mobil baru. Sebanyak 16 di antaranya adalah model baru, sedangkan 14 lainnya model revamped.

Transaksi jual-beli motor Indonesia, di sisi lain, terperosok 44 persen menjadi 3.663.000 unit. Adapun penjualan motor Grup Astra yang membawahi merek Honda menurun 41 persen menjadi 2.892.000 unit sehingga terjadi peningkatan pangsa pasar.

Honda secara total merilis 16 model anyar pada 2020. Lima di antaranya model baru, sementara 11 lainnya model revamped.

Pada bisnis komponen otomotif melalui PT. Astra Otoparts, terjadi penurunan laba bersih dari Rp740 miliar menjadi Rp2 miliar. Koreksi laba dari perusahaan yang 80 persen sahamnya dimiliki Grup Astra ini disebabkan penurunan pendapatan dari segmen pabrikan, pasar suku cadang pengganti, serta segmen ekspor.

Melesunya performa di bisnis otomotif turut berkontribusi pada penurunan 26 persen laba bersih Grup Astra secara total dari seluruh lini bisnis, menjadi Rp16,2 triliun tahun lalu. Ini sudah memperhitungkan keuntungan dari penjualan saham Bank Permata.

Tanpa itu, laba bersih Grup Astra secara total drop 53 persen menjadi Rp10,3 triliun. “Pendapatan dan laba bersih Grup Astra (Grup) pada tahun 2020 menurun akibat dampak dari pandemi COVID-19 dan upaya penanggulangannya. Grup terus beroperasi di tengah kondisi yang menantang, dan masih terdapat ketidakpastian mengenai kapan pandemi akan berakhir. Kami memperkirakan kondisi ini akan berlangsung selama beberapa waktu dan masih terlalu dini untuk memprediksi dampak pandemi terhadap kinerja Grup pada tahun 2021,” ungkap Djoni Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Grup Astra. (ro)