23/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Komisi D Undang Pihak-pihak Terkait Bahas RS Darurat Khusus Covid-19 di Cito Mall

Dr. Akmarawita Kadir

Surabaya, Kabargress.com – Komisi D DPRD Surabaya melakukan rapat dengar pendapat (hearing) dalam rangka menindaklanjuti rumah sakit darurat khusus Covid-19 milik PT Siloam, yang diselenggarakan secara virtual (Daring), Selasa (23/02/21) siang.

Dalam hearing virtual tersebut Komisi D mengundang pihak PT Siloam, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Manajemen City of Tomorrow (CITO) Mall, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, serta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

Dr. Akmarawita Kadir, selaku Sekretaris Komisi D mengatakan, pada prinsipnya pembangunan RS membutuhkan proses, tidak bisa mendadak. Namun pada masa pandemi saat ini, semuanya dilakukan secara darurat dan mendadak.

Kadir juga menjelaskan, berkaca dari awal merebaknya Covid-19 di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kesusahan mencarikan RS untuk menangani pasien yang tertular, karena hampir semuanya terdata penuh.

Ruang ICU serta Bed Occupancy Ratio (BOR) rata-rata di seluruh RS Surabaya penuh. RS yang biasanya mencarikan tempat untuk pasien, sekarang pasien yang mencarikan RS. Hingga sebelum masa PPKM diberlakukan, data menunjukkan tingkat penuh RS di Surabaya mencapai 80%, dan ICU mencapai 100%.

“Berkaca dari hal tersebut, pada saat-saat tertentu, kita membutuhkan RS covid pada masa pandemi seperti ini,” ungkapnya.

Kadir mengkhawatirkan warga yang terdampak jika terjadi pandemi susulan untuk yang ke 3 kalinya. Dia mendukung dengan adanya RS di sebelah CITO mall tersebut dan berharap pihak rumah sakit mau melakukan komunikasi kepada warga sekitar, melakukan koordinasi yang benar dengan Dinkes Surabaya, serta melakukan studi banding dengan RS yang serupa.

“Kata Dinkes, sekarang RS sudah melandai 70% BOR nya. Tapi kalau misal ada gelombang ke 3, bisa kembali 100% lagi kalau kita tidak punya persiapan. Kita tidak ingin itu terulang kembali,” tuturnya.

Namun hingga kini belum ada persetujuan pasti dari pihak terkait. Kadir, mewakili Komisi D DPRD Surabaya berharap kepada Dinkes untuk melihat kembali, karena menurutnya akan bagus dari sisi pelayanan kesehatan jika ada tambahan RS.

“Jadi ini jika ada rumah sakit covid kan kita sudah bersyukur. Cuma memang, permasalahan yang ada di bawah ini, komunikasinya, AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) nya harus dibicarakan lebih detail sehingga aman untuk warga sekitar,” pungkasnya. (Adv/ZAK)