12/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Peninjauan Langsung PPKM Berskala Micro di Surabaya

Surabaya, KabarGress.com – Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya mendampingi panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta jajarannya untuk meninjau langsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala micro di Kota Surabaya, Kamis (11/02/21) pagi.

Beberapa lokasi yang menjadi tempat peninjauan yakni RW 6 Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan dan RW 5 Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek langsung kegiatan tenaga Tracer Covid-19 yang beberapa hari lalu telah dilaksanakan Apel Gelar Kesiapan Tenaga Vaksinator dan Tracer Covid-19 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Selain para tenaga Tracer, mereka juga meninjau antusias warga Perak barat dan warga Kedung Baruk terkait PPKM berskala mikro dan kegiatan kampung tangguh berbasis RT/RW yang kini diaktifkan kembali.

Walikota Surabaya juga merasa bangga karena Kota Surabaya bisa dikunjungi oleh panglima tertinggi TNI Angkatan Udara (AU) beserta jajarannya. Ucap syukur pula Whisnu atas sinergitas 3 Pilar yang luar biasa bagi Kota Surabaya.

“Kita bahu membahu untuk bicara mengatasi Covid-19 di Kota Surabaya ini dan kita sudah melatih Tracer sejak bulan Agustus kemarin,” ungkapnya.

Rencana Whisnu, anggota-anggota TNI dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) akan dilatih untuk menjadi Tracer serta memperdalam lagi agar lebih mudah untuk mengetahui letak penularan Covid-19.

“Kalau kemarin Tracer kita bisa men – trace 20 – 30 orang, ini kita tingkatkan menurut bapak Kapolrestabes menjadi 1:100,” jelasnya Whisnu.

Whisnu tidak henti-hentinya terus berharap untuk Surabaya segera menjadi zona hijau. Karena ada perbedaan perketatan dari surat edaran yang dia keluarkan, PPKM mikro di Surabaya hanya mengenal zona kuning dan hijau. Jika sudah ada meski 2 orang terinfeksi, maka sudah dianggap sebagai zona merah pada lingkup RT yang ditinggali.

Namun menurut keterangan WS, sapaan akrabnya, di Surabaya sudah tidak ada daerah yang terdampak zona merah. Karena rata-rata 1 RT hanya 1 korban, dan dalam lingkup RW cuma ada 2-3 korban saja. Dan itu hanya ditetapkan sebagai zona kuning.

“Paling banyak itu hari ini kecamatan Tandes dan Rungkut. Nah, di Rungkut ini jumlahnya yang besar, itu pun hanya ada 6 orang dan tersebar di 4 RW,” imbuhnya.

Whisnu juga menambahkan bahwa 6 orang tersebut sudah dievakuasi ke hotel Asrama Haji dan mendapatkan perawatan disana. Sementara wilayah 1 RT tempat para korban tinggal dilakukan desinfektan total dan swab massal. (Zak)