11/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pelantikan Plt Walikota Surabaya menjadi Walikota Surabaya

Surabaya, Kabargress.com – Whisnu Sakti Buana resmi menjadi walikota Surabaya definitif dengan melakukan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Walikota Surabaya menjadi Walikota Surabaya dalam sisa masa jabatan tahun 2016-2021, Kamis (11/02/21) siang.

Pelantikan itu dilaksanakan di dalam gedung Grahadi Surabaya, dan dilakukan langsung oleh gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta diikuti oleh segenap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya.

Dalam masa jabatannya yang singkat, Whisnu mengatakan sudah melakukan banyak perbaikan pada masa PPKM jilid 1, jilid 2 hingga PPKM micro saat ini. Dia juga berharap agar Surabaya bisa pulih dari Pandemi Covid-19 baik secara ekonomi maupun kesehatannya serta menjadikan Surabaya segera menjadi zona hijau kembali.

“Kita bersama-sama dengan forkopimda  terus bergerak aktif ke bawah, tracking juga diaktifkan kembali, dan kita sudah lakukan beberapa bulan terakhir ini. Kita ingin benar-benar Surabaya bisa pulih kembali,” tuturnya.

Selama pandemi covid-19 ini, selain mengatur keselamatan para warga, Whisnu juga berusaha untuk membangkitkan perekonomian yang sempat anjlok dan menjadi hal yang harus segera dapat diselesaikan.

Menurut Whisnu, yang paling harus disegerakan adalah perputaran ekonomi masyarakat, serta membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sempat terganggu dengan adanya pandemi covid-19 ini.

“Dengan adanya PPKM mikro ini, menjadi kesempatan untuk menggulirkan dana di bawah agar UMKM bisa segera berputar,” jelasnya.

Whisnu melanjutkan, salah satu contoh membangkitkan UMKM tersebut adalah dengan membuka dapur umum di kampung-kampung tangguh dengan memberdayakan para pekerja UMKM disana.

Selain bicara kesehatan dan ekonomi, Walikota Surabaya juga membicarakan tentang pendidikan yang penting untuk ditekankan. Dia sangat memperhatikan pendidikan generasi muda di Surabaya, dan menuturkan untuk tidak menurunkan kualitas para pelajar meski metode pembelajaran dilakukan secara online (daring).

“Makanya kita coba bangkitkan kembali bagaimana proses belajar mengajar itu bisa secara daring tapi tetap berkualitas. Itu yang kami pikirkan,” ungkapnya. (ZAK)