30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Dua Pejuang Dari Jawa Timur Memerangi Pandemi COVID-19

Jakarta, KabarGRESS.com – Lampu rotator berwarna merah menerangi gelapnya malam di jalanan
Depok. Raungan sirene mobil ambulans yang sayup-sayup terdengar dari kejauhan
kini menghilang saat berhenti di Rumah Sakit (RS) Universitas Indonesia.
Pengemudi ambulans dengan cekatan turun dan memberikan aba-aba kepada
perawat untuk segera menurunkan pasien terjangkit COVID-19 dan membawanya
ke ruang ICU.

“Terima kasih Mba Ika,” ujar salah satu petugas tenaga kesehatan di rumah sakit
tersebut dengan buru-buru.

Ika Dewi Maharani adalah wanita asal Ternate, Maluku Utara, yang merupakan
salah satu relawan yang mengabdikan dirinya menjadi garda terdepan memerangi
pandemi COVID-19. Dengan latar belakang ilmu perawat lulusan STIKES Hang Tuah Surabaya, Ika tidak
hanya membantu tenaga medis, kemampuannya dalam mengemudi membuat
dirinya ditugaskan menjadi pengemudi mobil ambulans untuk menangani pasien
COVID-19.

“Saya mendengar kabar dari salah satu relawan Himpunan Perawat Gawat Darurat
dan Bencana Indonesia [Hipgabi] bahwa saat ini dibutuhkan relawan medis untuk
area Jakarta. Posisi yang dibutuhkan ini khusus untuk perawat yang bisa
mengemudikan ambulans. Saya bertekad mengisi posisi yang sangat dibutuhkan
itu,” ujar Ika yang juga merupakan penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu
Untuk (SATU) Indonesia 2020 kategori khusus.

Ika mengikuti pencarian relawan yang diadakan oleh Badan Nasional
Penanggulangan Bencana pada 11 April 2020. Selama masa bertugas, sudah lebih
dari puluhan pasien telah dievakuasi oleh ambulans yang dikemudikan Ika. Meski
ditugaskan di RS Universitas Indonesia, Ika tidak hanya mengevakuasi dan merawat
pasien rujukan di wilayah Depok, tetapi juga di wilayah Jabodetabek.

Menurut salah satu juri SATU Indonesia Awards 2020, Prof. Emil Salim, Dosen Ilmu
Lingkungan Pascasarjana Universitas Indonesia, Ika adalah sosok yang lugu. Dia
mengisi waktu lowong dengan menggunakan ilmu keperawatannya dan
mengemudikan ambulans untuk menangani krisis bangsa. “Sikap itu adalah karakter
anak bangsa Indonesia yang terpuji sebagai pejuang tanpa pamrih.”

Hingga saat ini Ika masih bertekad dalam melayani pasien dalam situasi apapun dan
memberikan pelayanan yang terbaik.

“Saya berharap pandemi ini agar cepat berakhir dan dapat mempertemukan kembali
dengan orang tua serta anak tunggal saya, Yura. Bukankah kita semua rindu
menikmati udara bebas tanpa menggunakan masker dan dapat bersosialisasi,” ujar
perawat yang saat ini berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.

Penggawa Desa Mandiri

Mirip dengan pengabdian Ika dalam memerangi pandemi, Kepala Desa asal
Ketapan Rame Zainul Arifin di tengah pandemi COVID-19 juga mengabdikan dirinya
untuk mewujudkan desa mandiri melalui Desa Sejahtera Astra (DSA) Ketapan
Rame, di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Melalui Taman Ghanjaran, Zainul, sosok yang mengepalai tiga desa, yaitu Desa
Ketapan Rame, Desa Sukorame, dan Desa Slepi, mampu merangkul para warga
untuk terlibat dalam mewujudkan desa mandiri.

“Taman Ghanjaran ini dipercaya dapat mengembangkan wilayah Ketapan Rame
agar menjadi desa mandiri. Bagaimana caranya? saya mengenalkan cara investasi
kepada 1.879 kepala keluarga untuk menjadi pemilik wahana,” ujar Zainul.

Sejak dibukanya Taman Ghanjaran pada Desember 2019, Zainul menawarkan para
warga dengan cara membeli saham senilai Rp1 juta per lembar.
Setelah melewati penjelasan panjang, pada Februari 2020 terkumpulah 448 kepala
keluarga yang terdaftar sebagai pemegang saham Taman Ghanjaran dan mampu
mengumpulkan modal sebesar Rp3,8 miliar. Dana tersebut digunakan untuk
mendirikan wahana bermain serta kuliner.

Meski tidak mudah karena tempat wisata terpaksa ditutup akibat pandemi COVID-
19, para warga sempat mengalami kebingungan karena tidak dapat mengakses
tempat wisata Taman Ghanjaran. Akhirnya tempat wisata tersebut kembali
beroperasi pada bulan Agustus 2020 dengan mengikuti berbagai aturan protokol
kesehatan.

Selama masa menunggu aturan baru dari pemerintah, para warga hanya
mengandalkan pemasukan dari sumber air mineral yang termasuk salah satu
potensi alam DSA Ketapan Rame.
Tenaga desa yang dulunya membawa penghasilan Rp30 juta pertahun, kini secara
perlahan mengalami peningkatan sekitar Rp2 miliar pada tahun 2020.

Aksi yang dilakukan Zainul mendapat apresiasi dari Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur sebagai BUMDes berprestasi nomor satu
dan menjadi DSA Terbaik tahun 2020 oleh Astra dalam acara KBANOVATIONS.
Pengabdian Ika dan Zainul sebagai motor penggerak kemajuan bangsa, sejalan
dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. (Ro)