27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

TINJAU TANAH LONGSOR, BUPATI BHIROWO AJAK WARGA TIDAK TEBANGI POHON 


Tulungagung , KabarGress.com – Bupati Tulungagung , Drs.Maryoto Bhirowo,MM bersama rombongan turun ke lapangan meninjau tanah longsor ke Desa Picisan menembus desa Nyawangan, kecamatan Sendang, Selasa (19/1/21).

Bupati bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang ( PUPR ) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) , BAPPEDA menginstruksikan OPD untuk segera mengambil langkah perbaikan, guna mengatasi terputusnya jalan penghubung ke dua Desa tersebut.

” Saya intruksikan kepada Dinas segera perbaikan jalan yang longsor ini ,” tegas Bhirowo.

Orang nomor satu Tuluangagung juga mengingatkan warga nya utamanya warga yang rumahnya sekitar lokasi longsong agar agar tetap berhati hati. ” Saya minta warga tetap ekstra hati – hati , sebab kemungkinan hujan deras masih akan terjadi kedepannya ,” pesannya

Jaga lingkungan pemukiman , jangan melakukan penebangan pohon. Sebab pepohonan yang ada itu berfungsi sebagai penguat tekstur /struktur tanah Pelihara pohon yang ada .

“Jangan tebangi pohon mari kita saling menjaga merawatnya agar longsor tidak terjadi yang dapat menimbulkan bencana ,” kata Bhirowo mengingatkan.

Kades Picisan Muselan bersama warga menyambut positif perhatian Bupati untuk segera merehabilitasi jalan longsor ,supaya normal kembali. ” Saya minta Pak Bupati berikan perhatian khusus jalan longsor di desa kami ,” pintanya

Upaya dilakukan warga supaya longsor tidak meluas warga melakukan kerja bakti dan bergotong royong menimbun pasir, pada barem jalan .

” Warga gotong royong lakukan penimbunan pasir untuk mencegah terjadinya longsor susulan ke sekitarnya,” terang Muselan.

Harapan serupa di sampaikan beberapa warga , jalan yang longsor bisa lekas di perbaiki .” Kami berharap Pemkab segera memperbaiki jalan longsor di Picisan agar supaya tidak mengganggu aktifitas warga Desa Picisan dan Nyawangan ,” pintanya.

Sementara itu faktor terjadinya Tanah longsor sapanjang 30 meter lebar 7 meter dengan kedalaman 9 meter terjadi di desa tersebut di sebabkan gerusan curah hujan yang tinggi .

” Etensitas hujan tinggi mengakibatkan berem jalan tidak mampu menahan gerusan air hujan lalu longsor ,” ungkap nya (adn)