27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Whisnu Resmikan Pembukaan NeoClinic dengan Drive-Thru Integrated System

Surabaya, KabarGRESS.com – Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menghadiri acara pembukaan NeoClinic yang diselenggarakan di KOTAKAMI KOMPLEK Jl. Mayjen Sungkono Surabaya, Minggu, (17/01/21). Pada kesempatan tersebut, diresmikan layanan drive-thru swab pcr/antigen/antibody.

Hal ini merupakan respon NeoClinic dalam melakukan tracing dan upaya memutus rantai Covid-19 sebagai bentuk dukungan pada upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah. Layanan drive-thru swab test yang pertama berlokasi di KOTAKAMI KOMPLEK Jl. Mayjen Sungkono No. 153, Surabaya.

Semakin banyaknya penambahan kasus Covid-19 di Indonesia, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Terutama, kepada masyarakat yang sering berpergian ke berbagai tempat hingga keluar kota, maka perlu dilakukan test Covid-19, agar dapat menjaga keamanan diri dan mengetahui positif atau negatifnya covid-19 didalam tubuh.

Maka dari itu, NeoClinic, bersama dengan Plt Walikota Surabaya meresmikan layanan drive-thru untuk swab pcr/antigen/antibody ini yang diharapkan agar para masyarakat dapat melakukan swab test tanpa harus datang ke rumah sakit dan banyak berkerumun yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan Covid-19 dapat dengan mudah menular.

Margaret Srijaya, selaku Co-Founder NeoClinic menjelaskan bahwa rencananya akan ada 5 lokasi Neoclinic drive-thru covid testing di Surabaya, yang mana menjadi salah satu solusi untuk meminimalisasi kontak fisik dan dipercaya lebih nyaman karena tidak harus datang kerumah sakit untuk mengambil sampel. Peserta swab test dapat menggunakan kendaraan pribadi setelah melakukan pendaftaran online, tanpa harus keluar dari kendaraan.

Plt Walikota Surabaya juga menjelaskan bahwa harga swab test nya sendiri tidak begitu mahal, sehingga bagi masyarakat yang tidak mampu juga dapat melakukan test mandiri, dan diharapkan bisa diarahkan ke NeoClinic ini.

“Kalau bisa kita juga dibantulah, kalau misal ada jatah gratis nanti kita dikasih info agar warga yang kurang mampu bisa kita arahkan kesini,” himbaunya.

Wishnu juga menuturkan bahwa testing ini perlu, karena akan mempermudah treatment dan mengetahui lebih dini kalau ada yang berdampak positif. Dengan begitu tidak perlu sampai melakukan karantina di rumah sakit, karena rumah sakit sendiri juga sudah mulai penuh, dan dikhawatirkan akan mengganggu pasien lain yang sedang berobat. (Zak)