20/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BI Bantu Kembangkan Usaha Kopi Wonosalam

Jombang, KabarGRESS.com – Sejak sekitar tahun 1800-an, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang sudah dikenal sebagai penghasil kopi. Khususnya kopi Excelsa, sebagai jenis kopi asli Wonosalam. Selain rasanya yang unik, juga mempunyai daya adaptasi terhadap iklim ataupun perubahan cuaca ekstrim yang baik dan lebih tahan terhadap berbagai serangan hama dan penyakit. Jenis lain yang juga tumbuh subur di kawasan pegunungan ini, yakni Arabika, Liberika dan Robusta.

Melihat potensi kopi di Wonosalam, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sangat tertarik untuk membantu pengembangannya, khususnya dari sisi paska panen. “Kita berharap masyarakat dapat lebih paham dalam hal perkopian, karena kopi adalah salah satu bisnis yang punya prospek sangat bagus,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, di sela-sela acara media gathering, bertempat di Kampoeng Djawi, Wonosalam, Jombang, Jumat (27/11/20).

Difi mengatakan, bisnis kopi saat ini sangat menjanjikan. Dari tahun ke tahun permintaan kopi semakin meningkat terus. Jumlah penikmat kopi pun tumbuh seiring menjamurnya kafe-kafe. Bahkan permintaan kopi di pasar luar negeri juga meningkat terus. “Tahun ini dan tahun depan kita akan fokus pengembangan UMKM berbasis kopi,” katanya.

Salah satu wujud pengembangan kopi Wonosalam, BI menghibahkan bibit unggul berjenis Liberika. Namun yang paling difokuskan adalah roasting. “Kenapa bantuan banyak di roasting, Kita melihat kelemahan dari kopi-kopi petani kebanyakan dalam pengolahan paska panen,” tandasnya.

”Baru-baru ini kita juga mengumpulkan seluruh binaan kopi Bank Indonesia dari Surabaya, Malang, Kediri dan Jember. Kita juga undang SCIA (Specialty Coffee Association of Indonesia) dan para pakar kopi untuk memberikan pelatihan agar petani kopi kita bisa menghasilkan kopi baik green bean (biji kopi) maupun yang roast sesuai standar yang berlaku di dunia,” katanya.

Difi berharap para penggiat kopi lebih banyak berinovasi. Karena peralatan pengolahan kopi semakin terjangkau mengingat banyak sekali produk lokal yang tidak kalah dengan produk impor. ”Intinya, Bank Indonesia akan terus memotivasi para pegiat kopi. Dari petani hingga konsumennya,” pungkas Difi. (ro)