27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

ATASI PENUMPUKAN SAMPAH DLH BAKAL GUNAKAN TPA BANYU URIP

Kantor Dinas LingkunganTulungagung, Tulungagung

Tulungagung, KabarGress.com – Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) Segawe Kecamatan Pagerwojo sudah tidak mampu menampung ratusan ton sampah setiap bulannya. Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Tulungagung, berupaya mencari terobosan untuk mengatasi penumpukan sampah tersebut .

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung Drs Santoso mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah , pembuangan sampah rencananya akan di alihkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA ) Banyu Urip Kecamatan Kalidawir.

Dinas Lingkungan Hidup lanjut Santoso t engah koordinasi dengan Perhutani Unit II Jatim untuk pinjam pakai pinjam lahan seluas 50 ha .

” Semoga kerja sama penggunaan lahan bisa di setujui. Sedang terkait ijin akan di keluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, “ucap Kabid Kebersihan DLH Tulungagung, Edi Santoso, Jum’ at ( 13/11 ).

Santoso lebih lanjut menerangkan ,bahwa Ke empat lokasi yang di survei Bappeda, yaitu dari Pagerwojo bagian atas, Pucanglaban, Demuk, sekitarnya. ” Sementara yang memenuhi syarat lahan bisa di jadikan TPA wilayah Banyu Urip, sesuai kondisi tanah landai mencekung. Sudah di pastikan TPA disana tinggal menunggu proses, mengingat kapasitas sampah yang padat di TPA lama”, katanya.

” Namun sambil menunggu ijin turun, TPA lama tetap di operasionalkan ,” jelasnya

Dikatakan bahwa setiap hari Sampah yang di angkut ke TPA menggunakan kendaraan lama sebanyak 21 kendaraan, 6 Dam Truck, 15 Amrol. Sampah tersebut di olah menjadi kompos oleh petugas kebersihan disana. ” Warga sekitar mengambil plastik plastik kering yang mreka peroleh di lokasi TPA”, ungkapnya.

Di konfirmasi, Plt. Kasi Kebersihan mengatakan, setiap hari sampah di angkut dari TPS Desa dan TPS Kelurahan ke TPA lebih kurang 100 ton sampah. Menurutnya bagian kebersihan berwenang melaksanakan dalam hal terkait penanganan soal sampah.

” Pungsi kita mengatur, memantau, mengantisipasi teman teman di lapangan dan kordinasi dengan Desa dan Kelurahan, karena sampah desa dan kelurahan bersumber dari masyarakat, desa Rejoagung yang masih kurang, “ungkapnya.( Adn)