27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Rasulullah, Role Model Inspiratif Generasi Muslim

Oleh: Mar’ah Sholihah
(Komunitas Hijrah Muslimah)

Lagi-lagi pernyataan kontroversial dari salah satu pejabat di negeri ini membuat ramai jagad dunia nyata maupun dunia maya. Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan saat acara peringatan 100 tahun kedatangan warga Korea di Indonesia melalui konferensi video di kediamannya. Jakarta Minggu 20/9 dilansir dari GELORA.CO, yang berjudul mengutip pernyataan Ma’ruf Amin: K-POP dan Drakor Bisa Jadi Inspirasi Anak Muda Kenalkan Budaya RI (20/9/2020).

Beliau menyebut bahwa Indonesia harus banyak belajar dari Korea, salah satunya dari seni budayanya selain dari teknologinya. Menurutnya hal ini dapat meningkatkan kreativitas generasi muda Indonesia untuk membawa budaya Indonesia untuk Go Internasional.

Tentu pernyataan ini menimbulkan respon dari berbagai kalangan, mengingat di tengah gonjang-ganjing problem covid yang tak kunjung usai, ditambah dengan penemuan kasus puluhan ribu praktik aborsi yang ramai diberitakan media, justru muncul pernyataan yang di luar dugaan dan didengar oleh penduduk di seantero negeri ini. Tak terkecuali kaum remaja yang notabene banyak demam Korea atau Korean Wave. Bukan tidak mungkin mereka akan dibuat makin gandrung dengan K-POP.

Apa sebenarnya K-POP?

K-POP adalah kepanjangan dari Korean POP jenis musik yang populer yang berasal dari Korea Selatan. Kegandrungan akan musik K-POP merupakan bagian yang tak terpisahkan dari demam Korea (Korean Wave) di berbagai penjuru dunia. Para penggemarnya dijuluki K-POPers. Di kalangan remaja memang cukup populer. Hal ini tak lain karena K-POP selain seni musik pop, diiringi juga dengan koreografi dan penampilan artis boy band maupun girl band nya yang dipandang memikat oleh kaum muda. Tak hanya bermusik, dalam hal fashion boyband dan girlband Korea ini juga tak luput dari perhatian kaum muda. Hampir dalam setiap tampilannya artis-artis ini stylish. Girlbandnya bahkan memakai balutan busana yang tipis dan menampilkan lekuk tubuh maupun gerakan yang kadang erotis. Benar-benar miris.

Setali tiga uang dengan K-POP

Pun begitu juga dengan drama Korea. Selain dimainkan artis yang rupawan, kisahnya pun terkesan dibuat halu. Semacam roman picisan yang disukai para remaja. Tak jarang sampe berjam-jam nonton hingga lupa kewajiban.

Siapa yang digandrungi remaja biasanya akan dijadikan panutan. Demikian juga dengan Korean wave ini, tak sedikit yang ditiru kaum muda dari cara berpakaian, berprilaku hingga soal bahasa mencoba meniru artis-artis kegemarannya. Karena itu tak salah jika ada yang mengatakan bahwa K-POP dan K drama tentu tak sekedar membawa hiburan semata tetapi sudah membawa misi budaya dan gaya hidup yang bakalan ditiru oleh para penggemarnya. Mereka inikah sosok inspiratif untuk generasi muda di negeri ini? Apakah dengan mencontoh K-POPers akan membawa kebaikan lebih-lebih bagi generasi muslim sebagai mayoritas di negeri ini?

Kisah kelam di balik ketenaran

Nyatanya hidup benar-benar tak seindah drama Korea. Fakta menunjukkan di balik popularitas artis-artis Korea, WHO mencatat angka bunuh diri di masyarakat Korea Selatan termasuk dunia entertainment menempati peringkat ke 10 tertinggi di dunia, serta tingkat bunuh diri kedua dalam OECD setelah Lithuania. Bahkan pada 2012 bunuh diri menjadi sebab kematian tertinggi ke empat di Korea Selatan. (id.wikipedia.org)

Di balik ketenaran, gaya hidup stylish, dan paras menawan ternyata kehidupan artis Korea banyak sisi kelam. Dari beberapa penelusuran kehidupan masyarakat yang liberal dan hedonis menjadikan mereka memuja kebebasan, pengakuan eksistensi menjadi hal terpenting dalam kehidupan mereka. Tingkat persaingan yang tinggi dalam dunia kerja, pendidikan, dan kehidupan secara umum telah menimbulkan stress tersendiri, tak terkecuali para artisnya. Mereka harus mengikuti kontrak kerja yang sangat berat, mereka juga dituntut memiliki fisik sempurna tanpa cacat hingga tak segan menjalani diet ketat yang ekstrim hingga operasi plastik. Sudah bukan rahasia lagi bahwa oplas menjadi hal yang biasa di Korea.

Kondisi yang seperti ini telah melahirkan kehidupan masyarakatnya dengan tingkat tekanan yang tinggi (termasuk para artisnya) menjadi pribadi yang rapuh karena tak siap menghadapi problem real kehidupan. Di dunia entertainment sedikit kesalahan yang mereka perbuat maka akan fatal akibatnya. Dan tak sedikit artis yang akhirnya bunuh diri akibat depresi dengan berbagai tekanan, cyberbullying hingga rapuhnya menghadapi problema kehidupan yang lainnya.

Lantas dimanakah sisi inspiratif para artis Korea ini? Jika yang dimaksud kreatif dalam budaya, maka apa yang diajarkan oleh para artis Korea sesuaikah untuk para muda di Indonesia? Benarkah akan dapat merubah kondisi negeri ini menjadi lebih baik?

Style Islam lebih mengakar

Budaya Korea yang diperkenalkan lewat K-POP dan Drakor tentu tidaklah cocok dengan budaya ketimuran masyarakat di negeri ini. Mengingat cara bergaul, cara berpakaian hingga perilaku para artisnya yang tak mencerminkan budaya ketimuran. Justru style masyarakat di Indonesia ini karena mayoritas muslim sebenarnya lebih dekat dengan kultur Islam.

Hari ini pun masyarakat melihat gelombang hijrah menjadi fenomena yang luar biasa. Jilbab telah menjadi pakaian yang ngetrend dan menjadi baju sehari-hari masyoritas para muslimah di negeri ini.

Tak sedikit bahkan artis yang berhijrah disebabkan kejenuhan dengan kehidupan hedonis yang mereka nikmati selama ini. Ketenaran yang tak membahagiakan. Kekayaan tapi tak membawa pada ketenangan. Kesadaran ber-Islam pun makin menguat di negeri ini.

Maka sebenarnya inspiratif itu lebih dekat dengan karakter keislaman. Islam sebagai agama sekaligus ideologi ini mampu merubah setiap manusia menjadi pribadi yang sholih, berkepribadian Islam. Ketika pribadi-pribadi sholih ini banyak bermunculan di masyarakat maka hal ini akan menjadi kebaikan yang luar biasa bagi negeri ini. Kasus korupsi yang menggila, hukum tajam ke bawah tumpul ke atas, penyunatan anggaran merupakan sebagian fenomena dari semakin langkanya orang sholih.

Sosok inspiratif perubahan

Islam telah menjadikan teladan terbaik adalah Rasulullah Muhammad SAW. Dalam Al Qur’an dijelaskan “Dan sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik” (QS. Al ahzab 21).

Rasulullah Bahkan diakui sebagai Sosok inspiratif dunia no 1 karena mampu merubah umat manusia sedunia dengan risalah Islam yang dibawanya. Beliau telah menampilkan peradaban baru yang mulia dan agung yang sangat berbeda dengan seluruh peradaban lain di dunia ini.

Beliau yang telah mampu mencetak para sahabat muda, hingga menjadi pioneer perubahan kehidupan dari jahiliyah menuju Islam. Bahkan hingga hari ini Islam hampir dipeluk oleh 2 Miliar jiwa di dunia tentu tak terlepas dari sosok inspiratif agung pembawa peradaban baru bagi dunia. Maka jikalau mencari sosok inspiratif dan revolusioner tentu Rasulullah lah yang paling layak dijadikan sebagai Role model generasi muda.

Pada saat negeri ini kebingungan mencari solusi bagi berbagai problem kehidupan sudah sewajarnya jika mengikuti cara Rasulullah mengatur kehidupan masyarakat saat itu yaitu dengan menerapkan secara sempurna aturan Allah Sang Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Cukup Rasulullah SAW saja sebagai sosok inspiratif panutan bagi generasi muslim bahkan bagi seluruh manusia di dunia.

Wallahu a’lam bi ash shawab.