22/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Temui Dua Bocah Hafidz Qur’an, Wali Kota Risma Beri Intervensi Pengobatan dan Perawatan Gratis

Surabaya, KabarGRESS.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kedatangan dua anak Hafidz Qur’an penyandang disabilitas di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam Surabaya, Rabu (15/9/2020). Kedua anak itu adalah Mohammad Akbar Nakula dan Mohammad Akbar Sadewa. Kedatangan kedua anak itu bertujuannya ingin bertemu sosok Wali Kota Risma yang menjadi idolanya.

Kedua bocah kembar berusia tujuh tahun itu pun sangat senang karena dapat mendengar langsung suara Wali Kota Risma dari dekat. Keduanya pun tampak kegirangan dan mencoba meraba-raba keberadaan Wali Kota Risma yang ada di sekitar mereka. Meskipun doa bocah kembar itu memiliki keterbatasan penglihatan atau tunanetra, namun dengan penuh rasa gembira ia berbincang banyak hal dengan Wali Kota Risma.

Menariknya, di sela pertemuan itu keduanya tampak membacakan beberapa ayat suci Al-Qur’an di depan Wali Kota Risma. Bahkan, Nakula dan Sadewa – sapaan lekat kedua anak itu, juga mendoakan wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu agar terus diberikan kesehatan dan keselamatan.

Melihat itu, Wali Kota Risma tampak terkagum-kagum dengan kecerdasan mereka. Tanpa menunggu lama, ia langsung meminta jajarannya untuk menghubungi dokter spesialis mata. Wali Kota Risma meminta agar dua bocah hafidz Qur’an tersebut segera bisa diperiksa dan mendapatkan pelayanan terbaik.

“Saya rasa anak ini masih bisa disembuhkan. Nanti ibu (orang tuanya) saya beri nomor dr Adrian. Jadi ibu bisa langsung terhubung dengan beliau. Saya sampun matur ke dokternya,” kata Wali Kota Risma.

Bahkan, Wali Kota Risma menyebut, keluarga Nakula dan Sadewa tak perlu memikirkan terkait biaya. Sebab, pihaknya akan membantu biaya perawatannya. Bahkan, apabila orang tua Nakula – Sadewa tidak ada kendaraan, maka pemkot juga siap menjemput ke rumah. “Kalau tidak ada kendaraan saya jemput bu. Soalnya anaknya pintar eman-eman (sayang sekali),” jelasnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Presiden UCLG Aspac ini juga memberikan intervensi lain kepada kakak kandung dua bocah kembar itu, yakni Krisna Sumardi Putra. Pasalnya, kakak kandung kedua bocah itu tidak dapat melanjutkan kuliah lantaran tak memiliki biaya. Wali Kota Risma pun langsung meminta jajarannya untuk menguruskan administrasi agar dapat bersekolah kembali di universitas tersebut.

“Nanti kamu ikut program beasiswa itu ya. Bagaimana pun caranya kuliah mu harus lulus,” kata Wali Kota Risma kepada Krisna Sumardi Putra.

Bahkan, di sela pertemuan itu, Wali Kota Risma memberikan pekerjaan untuk kakak Nakula – Sadewa agar memiliki penghasilan. Tujuannya supaya anak tersebut juga dapat membantu perekonomian keluarga. “Nanti ke Pak Fikser ya kerja sama beliau. Bisa kan kuliah sambil kerja? Saya dahulu bisa. Jadi harus bisa,” pesan dia.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini tampak menikmati setiap obrolan dengan si kembar itu. Setelah berbincang banyak hal, Wali Kota Risma pun berjanji akan segera memberikan komputer serta printer khusus tuna netra agar dapat digunakan mereka untuk belajar. “Nanti ibu belikan komputer dan printer yang kamu bisa nulis itu. Ibu usahakan itu untuk kalian supaya bisa nulis,” ujar dia.

Mendengar hal itu, dua bocah itu pun terlihat kegirangan dan teriak-teriak bahagia. Ia mengaku tidak sabar untuk segera memiliki alat canggih tersebut. Bahkan saking senangnya, keduanya mengaku ingin berada di dekat Wali Kota Risma dan tinggal bersama. “Ingin ketemu Bu Risma terus. Pokoknya Dewa senang dan sayang sekali sama Bu Risma,” kata Mohammad Akbar Sadewa.

Sementara itu, orang tua Nakula dan Sadewa, Anita Taurisyah Harianti mengaku bersyukur dapat menemui langsung Wali Kota Risma di tengah kesibukannya. Selama ini, kata Anita, putra-putranya sangat mengagumi sosok Wali Kota Risma yang kerap kali terdengar suaranya dari akun Youtube. “Sudah bertahun-tahun anak saya ngefans dengan Ibu Risma. Alhamdulillah hari ini terwujud,” kata Anita.

Di samping itu, rasa syukur yang mendalam juga disampaikan Anita lantaran berbagai intervensi yang diperolehnya. Tanpa sadar, ia pun meneteskan air mata lantaran tak dapat mengungkapkan rasa haru dan bahagianya yang datang secara bertubi-tubi itu. “Saya juga senang sekali akhirnya anak saya yang besar bisa melanjutkan kuliah lagi. Matur nuwun (terima kasih) Ibu Risma,” tuturnya. (Tur)