27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

PT Garuda Metalindo Tbk Catatkan Penurunan Penjualan Bersih di Semester I 2020

  • Sebesar 36,92% dibandingkan dengan semester I tahun 2019.

Berikut ini ikhtisar keuangan konsolidasi perusahaan:

Kinerja perusahaan

Perusahaan membuka tahun 2020 dengan kinerja cukup stabil. Namun sejak dimulainya pandemi Covid-19 di pertengahan Maret 2020 sejalan dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), semua sektor industri khususnya industri otomotif di dalam negeri maupun luar negeri memberikan dampak penurunan kinerja Perusahaan yang cukup signifikan. Perusahaan mengalami penurunan penjualan di semua segmen pelanggan otomotif, karena hampir semua pabrikan otomotif kendaraan roda 2 (dua), kendaraan roda 4 (empat) dan komponen melakukan pengurangan produksi yang sangat signifikan.

Perusahaan mencatatkan penurunan penjualan konsolidasi bersih perusahaan sebesar 36,92% di semester 1 tahun 2020 dibandingkan dengan semester 1 tahun 2019, dimana sebagian besar dikarenakan adanya penurunan penjualan di Q2 tahun 2020 sebesar 70,53% dibandingkan dengan Q2 tahun 2019.

Dibukanya kembali beberapa negara dan kota-kota besar di Indonesia telah membawa kembali semangat ‘New Normal’ yang digaungkan oleh pemerintah guna membangkitkan kembali roda perekonomian. Namun Perusahaan tetap mencatatkan rugi bersih konsolidasi di semester 1 tahun 2020 sebesar 10,5 miliar atau -152,16% (minus seratus lima puluh dua koma enambelas persen) dibandingkan dengan semester 1 tahun 2019. Program penghematan dan pengurangan biaya juga sudah dilakukan oleh Perusahaan, tetapi tetap tidak bisa mengimbangi penurunan penjualan yang cukup signifikan.

Prospek bisnis

Industri otomotif sebagai salah satu industri strategis bagi Indonesia akan kembali tumbuh seiring dengan memulihnya perekonomian Indonesia dan dunia. Dengan pemulihan produksi otomotif yang masih lambat, Perusahaan terus berusaha untuk mendapatkan proyek untuk barang-barang baru agar perkembangan penjualan Perseroan bisa lebih baik secara keseluruhan.

Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memperkirakan penjualan mobil di Indonesia hanya sekitar 600 ribu unit di tahun 2020, atau turun sekitar 40% dari tahun 2019. Penjualan kendaraan roda empat di semester 1 tahun 2020 turun sebesar 23,37% dibandingkan dengan semester 1 tahun 2019.

Sedangkan AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) memperkirakan penjualan sepeda motor di Indonesia akan sedikit melemah di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, yaitu sekitar 3,5 – 3,9 juta unit atau turun sekitar 40 – 45% dari tahun 2019. Penjualan sepeda motor di semester 1 tahun 2020 turun sebesar 41,62% dibandingkan dengan semester 1 tahun 2019.

Penambahan bisnis Perusahaan ke pasar global di tahun 2020 masih tetap terus berjalan melalui kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Prospek dari pelanggan-pelanggan baru di pasar ekspor juga akan menunjang pertumbuhan penjualan Perusahaan. Selama semester 1 tahun 2020, penjualan ekspor tetap mengalami peningkatan sebesar 2,69% dibandingkan dengan semester 1 tahun 2019. (ro)