27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

AKRA MELAPORKAN KINERJA YANG KUAT PADA PERIODE 6 BULAN 2020 DI TENGAH PEMBATASAN SOSIAL

  • OPTIMIS DAPAT MEMPERTAHANKAN PERTUMBUHAN PADA PERTENGAHAN KEDUA 2020

Jakarta, KabarGRESS.com – PT AKR Corporindo Tbk (IDX ticker code: AKRA.IJ), distributor BBM, bahan kimia dasar serta penyedia jasa logistik & supply chain di Indonesia, hari ini tanggal 27 Agustus 2020, menyampaikan kinerja yang kuat di tengah situasi pembatasan sosial selama 6 bulan 2020 pada acara Public Expose Live 2020.

Laba Tahun Berjalan tumbuh 25% mencapai Rp452 Miliar selama 1H 2020. Pertumbuhan didukung oleh +22% pertumbuhan Laba Bruto y/y tercatat sebesar Rp1,024 Miliar, dan 28% pertumbuhan Laba Usaha sebesar Rp633 Miliar.

Acara Public Expose Live 2020 ini diikuti oleh jajaran Manajemen Perusahaan juga peserta dari investor institusi, analis pasar modal serta publik yang mengakses melalui webinar secara langsung.

Dalam acara tersebut, Presiden Direktur AKRA Bpk. Haryanto Adikoesoemo menjelaskan: “Di tengah situasi perekonomian yang penuh tantangan seperti saat ini, Perseroan berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba. Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan AKR adalah 1)Permintaan Solar Industri ke sektor komersial, Pertambangan, dan Umum tumbuh dengan baik di tengah fluktuasi harga minyak; 2)Pengelolaan Risiko yang kuat mendorong AKR untuk meneruskan harga ke pelanggan; 3)Keberadaan infrastruktur logistik yang kuat dan tersebar luas; 4)Neraca keuangan yang kuat dengan leverage yang rendah; serta 5)Kontribusi dari segmen Kawasan Industri.”

“Kami melihat tantangan pada pertengahan tahun kedua ini dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang melambat dan pelemahan permintaan dari berbagai sektor. Tetapi kami akan terus mempertahankan pengendalian biaya yang ketat, mengelola risiko dan terus mengirimkan produk penting BBM dan bahan kimia ke pelanggan kami dengan mempertahankan protokol kesehatan COVID 19.”, menurut Bpk. Haryanto Adikoesoemo.

Laba Tahun Berjalan di 1H 2020 tumbuh 25% YoY mencapai Rp452 Miliar
Selama 1H2020, Perusahaan mencapai:

  1. Pertumbuhan Laba Bruto YoY +22% tercatat sebesar Rp1,024 Miliar, didukung oleh pertumbuhan semua segmen bisnis Perseroan
  2. Pertumbuhan pendapatan 3% sebesar Rp10.001 Miliar, di tengah penurunan harga BBM dan Kimia Dasar, volume BBM masih menunjukkan kinerja yang kuat
  3. Kontribusi positif dari pendapatan JIIPE mencapai Rp240 Miliar, terdiri dari penjualan lahan, sewa lahan, dan utilitas
  4. Penurunan beban operasional sehingga Laba Usaha tumbuh 28% mencapai Rp633 Miliar

Posisi Keuangan yang kuat dan komitmen kepada pemegang saham AKRA mencatat posisi aktiva sebesar Rp 18,6 Triliun dan saldo ekuitas Rp10,2 Triliun. Liabilitas turun 27% mencapai Rp8,2 Triliun dengan rasio net gearing yang sehat di 0,36x per 30 Juni 2020. Sementara itu, Pefindo juga mempertahankan peringkat obligasi Perusahaan pada idAA- dengan outlook stabil.

Pada tahun ini Perseroan tetap membayar dividen secara konsisten. Perusahaan baru saja membagikan dividen interim sebesar Rp50 per saham atau sebesar Rp197 Miliar pada tanggal 13 Agustus 2020, sebagai komitmen kepada pemegang saham dan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik. Perseroan mempertahankan rasio pembayaran dividen pada 30%-60% selama 5 tahun terakhir.

Rencana Ekspansi & Strategi Perseroan ke depan

Bisnis perdagangan dan distribusi Perseroan selama 6 dekade telah berkembang luas menjangkau berbagai industri penting di Indonesia. Ke depannya Perseroan akan mempertahankan pangsa pasar BBM industri saat ini dan memperluas jangkauan pelanggan ke segmen-segmen di sektor perikanan, bunker, dan pertambangan. Pada segmen ritel, Perseroan bekerja sama dengan BP dan pemerintah untuk mengembangkan BBM ritel di Indonesia.

Kemudian jangkauan pasar bahan Kimia dasar akan diperluas dengan menyupplai segmen potensial baru seperti pabrik smelter dan pencampuran biodiesel, juga dengan pengembangan lini produk baru.

Perseroan terus meningkatkan kapasitas penyimpanan sesuai dengan peningkatan permintaan pelanggan. Saat ini proyek ekspansi Jakarta Tank Terminal (JTT) 100.000 KL dalam proses penyelesaian agar dapat segera beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini. Di tengah situasi perlambatan ekonomi seperti saat ini, Perseroan tetap melakukan pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas sambil tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, JIIPE terus dikembangkan agar dapat meningkatkan daya saing industri dan memberikan kemudahan dalam berbisnis di Indonesia. Nilai Kawasan JIIPE akan dikembangkan melalui pengajuan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Perluasan Jetty Pelabuhan, Pembangunan akses jalan tol, serta penyediaan tambahan sumber air bersih.

JIIPE – Masuk ke Pengembangan Tahap 2

Kami melihat peningkatan minat pada Kawasan Industri dan Pelabuhan terintegrasi JIIPE dalam 1 tahun ini, baik itu dari investor maupun perusahaan Indonesia yang ingin melakukan ekspansi. Lahan Freeport untuk smelter telah diserahkan dan sewa lahan telah diakui sebagai pendapatan. Ekspansi pelabuhan fase 2 telah dimulai dengan perluasan jetty dan instalasi peralatan pelabuhan modern yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan. AKR dan Pelindo III melihat proyek ini dapat berkontribusi terhadap ekonomi nasional. Kami berterima kasih atas dukungan dari pemerintah terhadap proyek ini. (ro)