27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Mulia, Upaya Ketua KPK Ziarah Ke Makam Orangtua

Doni Sujito

Surabaya, KabarGRESS.com – Upaya yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, yang tetap berziarah ke makam orangtua di tengah kesibukannya dinilai mulia. Tapi karena perjalanan menuju kampung halamannya menggunakan helikopter yang masih dianggap barang mewah, wajar bila masalah ini menjadi sorotan.

Menurut Pengurus Jamaah Istigotsah Surabaya, Doni Sujito, penggunaan helikopter yang sewanya begitu tinggi, sudah pasti menjadikan publik bertanya-tanya tentang pendapatan seorang ketua KPK. “Seorang anak memang wajib mengingat dan hormat pada orang tua, termasuk ketika keduanya sudah meninggal dunia,” ujarnya, Rabu (26/8/2020).

Tapi sebagai pejabat negara, Firli harus paham betul bahwa tindakannya akan selalu disorot publik. Pihaknya lebih setuju bila sebisa mungkin pejabat negara menggunakan moda angkutan yang lazim digunakan rakyat biasa agar tidak memicu fitnah yang tidak perlu.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) juga mengingatkan Dewan Pengawas (Dewas) KPK untuk mewaspadai kelompok Taliban and The Geng dalam kasus Helikopter Firli tersebut. Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, pihaknya melihat kelompok ini selalu berusaha mempolitisasi kasus tersebut dalam rangka menjadikan KPK sebagai alat politik dan mengkriminalisasi lawan-lawan politiknya.

Menurutnya, sosok Firli sebagai Ketua KPK membuat kelompok ini merasa gerah karena pengaruh dan kepentingannya terganggu. Karena itulah, semua yang dilakukan Firli selalu dianggap salah dan mereka merasa benar sendiri.

Pihaknya menyebut, target kelompok Taliban and The Geng adalah berusaha menyingkirkan Firli dari KPK secepat mungkin agar kekuasaan mereka di lembaga anti rasuah itu kembali pulih. IPW berharap Dewas KPK bersikap Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya) dalam menangani kasus Helikopter Firli tersebut.

Pihaknya berharap, dalam menangani kasus ini, Dewan Pengawas tidak perlu mendengarkan suara-suara kelompok Taliban and The Geng, terutama mantan pimpinan KPK yang “sudah digotong keluar lapangan”. Karena menurutnya, saat mereka menjabat juga banyak masalah.

IPW juga meminta Dewas KPK memanggil perusahaan penyewa helikopter untuk didengar penjelasannya. Karena informasinya, helikopter yang digunakan itu merupakan angkot terbang alias air taksi, trayek Palembang-Bengkulu.

“Siapa pun bisa menyewanya, misalnya dari Palembang ke Kayu Agung, lalu penyewa lain minta di antar ke Batu Raja, dan penumpang lain minta diantar ke Bengkulu,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap agar Dewas mengabaikan opini yang dibangun kelompok tertentu, bahwa naik helikopter adalah sebuah kemewahan. Karena yang dilakukan Firli ini hanya sebatas faktor efisiensi waktu dan keamanan semata.

Pihaknya meyakini, Dewas KPK tidak akan mempermasalahkan Firli yang menggunakan helikopter untuk pulang kampung dan berziarah ke makam orang tuanya. Selain biayanya dia tanggung sendiri dan Firli tidak setiap bulan pulang kampung dengan menggunakan helikopter. (Ro)