27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BRI Agro Paparkan Kinerja Kuartal II Tahun 2020

Jakarta, KabarGRESS.com – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) pada hari ini 26 Agustus 2020 menyelenggarakan Public Expose melalui Public Expose Live 2020 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan pada 24-28 Agustus 2020.

BRI Agro melaksanakan Public Expose yang bertujuan untuk memaparkan kinerja Perseroan secara berkala. Public Expose wajib dilaksanakan setahun sekali dan sebagai media penyampaian informasi perusahaan sebagai emiten. Public Expose memaparkan kinerja keuangan BRI Agro posisi Triwulan II Tahun 2020 unaudited yang telah dipublikasikan untuk memberikan informasi terkini kepada publik dan pemegang saham.

Komposisi pemegang saham perseroan pada tahun 2020 yaitu PT BRI (Persero) Tbk sebesar 87,10% sebagai pemegang saham mayoritas dan Dapenbun 6,32% serta Publik 6,58%. BRI Agro saat memiliki jaringan 44 unit kerja termasuk Kantor pusat dan E-Buzz dengan rating id AA dari Pefindo.

Memperhatikan situasi dan kondisi makro ekonomi yang melambat dampak dari pandemi Covid-19, kinerja BRI Agro walaupun sedikit tertekan tetapi masih dapat menunjukkan pertumbuhan pada kinerja Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan Total Aset sebesar 5,50% secara year on year dari sebesar Rp 24,82 Triliun pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) menjadi sebesar Rp 26,18 Triliun pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited).

Pertumbuhan total aset tersebut terjadi karena adanya peningkatan penyaluran kredit yang dilakukan oleh Perseroan. Kontribusi sektor agribisnis yang menjadi fokus perseroan sampai dengan posisi 30 Juni 2020 adalah salah satu penopang pertumbuhan penyaluran kredit Perseroan. Porsi penyaluran kredit kepada sektor agribisnis sendiri tercatat sebesar 56% dan 44% ke sektor non agribisnis, dimana sebagian besar kredit disalurkan kepada komoditas sawit.

Total Kredit Yang Disalurkan (KYD) pada posisi 30 Juni 2020 mampu tumbuh sebesar 9,17% secara year on year dari sebesar Rp 17,58 Triliun pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) menjadi sebesar Rp19,19 Triliun pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited). Penyaluran kredit terbagi kedalam tiga segmen bisnis yakni segmen menengah, ritel dan konsumer. Segmen yang mendapatkan porsi penyaluran kredit terbesar adalah segmen Bisnis Menengah dengan total penyaluran kredit sampai dengan 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp 13,43 Triliun, menyusul segmen Bisnis Ritel sebesar Rp 4,65 Triliun dan segmen Bisnis Konsumer sebesar Rp 1,12 Triliun.

Seiring dengan pertumbuhan penyaluran kredit, Total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh Perseroan meningkat sebesar 11,43% secara year on year dari sebesar Rp 18,91 Triliun pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) menjadi sebesar Rp 21,07 Triliun pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited). Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan DPK adalah produk Giro yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 27,12% secara year on year kemudian disusul oleh produk tabungan yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,13% secara year on year dan produk deposito yang tumbuh sebesar 9,07% secara year on year.

Selain itu, tingkat likuiditas BRI Agro tetap terjaga, dimana rasio LDR berada pada level 91,10% serta GWM primer yang berada pada level 3,15% dan GWM sekunder mencapai 8,17% pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited). Perseroan menyambut baik dengan kebijakan penurunan GWM sehingga mendapat tambahan likuiditas Perseroan pada masa pandemi ini. Sementara itu rasio LFR pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited) sebesar 88,99% dan rasio RIM pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited) sebesar 91,30%.

Pendapatan bunga tumbuh sebesar 1,63% (yoy) dari Rp.982 Milyar pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) menjadi sebesar Rp.998 Milyar pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited), dimana rasio NIM berada di level 2,55% pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited). Selain itu, terdapat kenaikan pembentukan biaya CKPN sebesar 44,3% (yoy). Hal tersebut menghasilkan perolehan Laba Bersih pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited) menjadi sebesar Rp.20 miliar.

Kenaikan NPL gross pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited) sebesar 8,33% dibandingkan dengan periode sebelumnya pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) sebesar 4,43% dikarenakan adanya penurunan kualitas kredit. NPL net pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited) sebesar 3,63% meningkat apabila dibandingkan pada periode sebelumnya pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) sebesar 3,25%. Berdasarkan sisi ekuitas, BRI Agro masih ditopang dengan permodalan yang cukup kuat, dimana pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited) rasio Tier-1 CAR sebesar 22,61% dan total CAR sebesar 22,21%, melebihi ketentuan minimum yang dipersyaratkan oleh OJK.

Rasio CASA pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited) sebesar 15,45% meningkat apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) sebesar 13,62%. Upaya untuk meningkatkan rasio dana murah, BRI Agro menggenjot penggunaan e-banking (mobile banking dan internet banking) dimana total pengguna (user) Mobile Banking BRI Agro tumbuh sebesar 153,6% secara year on year, Internet Banking BRI Agro tumbuh 268,0% secara year on year dan Cash Management System (CMS) BRI Agro tumbuh 65,5% secara year on year. Hal ini sejalan dengan penerapan Protokol Covid-19 sehingga para nasabah yang terbiasa menggunakan ATM atau teller dapat beralih ke Mobile Banking, Internet Banking dan CMS.

Fokus perusahaan untuk tahun 2020 adalah perbaikan kualitas kredit serta pengembangan produk untuk meningkatkan CASA. Strategi perbaikan kinerja diharapkan dapat menekan rasio NPL sehingga menjadi lebih baik dan ditopang dengan pengembangan produk simpanan yang dapat meningkatkan transaksi seperti QR payment, debit card dan internet banking mobile.

Pinang sebagai produk digital lending juga masih menjadi produk utama untuk masuk ke ekosistem digital. Saat ini penyaluran kredit Pinang tumbuh sebesar 3.814.14% dari Rp 693 Juta pada posisi 30 Juni 2019 (Unaudited) menjadi Rp 27,13 Milyar pada posisi 30 Juni 2020 (Unaudited).

Selain itu Perseroan menjalin kerjasama Digital Agribusiness Ecosystem dengan memberikan permodalan Peer to Peer Lending dengan pola chanelling kepada Start Up Agribusiness. Dengan skema permodalan tersebut, maka Perseoran dapat menggarap supply chain financing untuk membantu masyarakat pertanian dalam pengembangan agribisnis berbasis komunitas.

Perseroan juga memberikan kontribusi terhadap lingkungan di sekitar wilayah Perseroan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Agro Mengabdi. Pemberian CSR kepada masyarakat dilakukan melalui delapan pilar yaitu Pendidikan, Kesehatan, Pelestarian Lingkungan, Bencana Alam, Sarana Umum, Sarana Ibadah, Pemberdayaan Masyarakat dan Olahraga & Budaya.

Hingga Juli 2020, Perseroan memberikan bantuan CSR kepada korban bencana alam banjir Jakarta, penanganan Covid-19 melalui pembagian paket sembako dan rumah sakit rujukan Covid-19 dalam pemberian bantuan APD (Alat Pelindung Diri), bantuan perpustakaan dalam bidang pendidikan serta sarana Ibadah. (ro)