27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Arus Kas Wintermar telah Meningkat setelah Penjadwalan Ulang Pinjaman Jangka Pendek

Arus kas Wintermar telah meningkat setelah penjadwalan ulang pinjaman jangka pendek, sementara harga minyak sudah memulih sebagaimana pembatasan terkait COVID-19 melonggar di seluruh dunia.

Jakarta, KabarGRESS.com – Pada tanggal 25 Agustus 2020, Perusahaan menyelenggarakan Public Expose sebagai peserta dalam acara Public Expose LIVE 2020 Bursa Efek Indonesia. Perusahaan memberitahukan perkembangan atas tiga hal penting sebagai berikut:

Oil Shock

Jatuhnya harga minyak di akhir Maret dikarenakan gagalnya kesepakatan OPEC+ dan jatuhnya permintaan minyak secara tiba-tiba yang disebabkan oleh pemberlakuan penutupan wilayah secara global untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19.

Setelah penurunan tajam pada April 2020, harga minyak telah mulai stabil di sekitar US$40 per barel sebagaimana aktivitas ekonomi berangsur pulih di seluruh dunia. Prospek energi jangka pendek EIA untuk Juli 2020 memprediksi bahwa permintaan akan lebih meningkat dibandingkan penawaran. Apabila harga minyak mulai meningkat kembali, maka terdapat proyek-proyek minyak dan gas bumi hingga senilai US$35 milyar di Asia yang tampaknya akan dimulai di tahun-tahun yang akan datang.

Tindakan Wintermar selama penurunan

Perusahaan menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil oleh manajemen di beberapa bulan ke belakang adalah untuk menekan biaya dan menjaga kas untuk menanggulangi dampak dari COVID-19.

Walaupun terdapat penurunan tajam pada harga minyak dan pembatalan beberapa kontrak, Perusahaan telah dapat memenangkan kontrak-kontrak jangka pendek dan tetap berpartisipasi dalam tender untuk kontrak-kontrak yang jangka waktunya lebih panjang. Dengan hal ini Perusahaan telah menjaga arus kas yang positif.

Posisi Wintermar

Armada Wintermar membantu melayani industri hulu minyak dan gas bumi. Di Asia Tenggara, Wintermar saat ini berada di peringkat ke-7 dilihat dari jumlah kapal dan telah membangun reputasi yang kuat sebagai perusahaan yang berkualitas tinggi yang beroperasi internasional. Dengan net gearing ratio di angka 38%, Perusahaan telah berhasil keluar dari krisis lebih ramping dan kuat serta berposisi baik bagi pemulihan di industri minyak dan gas bumi.

Pada akhir Juli 2020, Kontrak yang dimiliki Perusahaan adalah sebesar US$ 69 juta. (ro)