27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Catat Penurunan Pendapatan pada Semester I-2020

Jakarta, KabarGRESS.com – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatat penurunan pendapatan pada semester I-2020. MIKA mencatat pendapatan sebesar Rp1,44 triliun, turun 8,8 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya Rp1,58 miliar.

Meskipun perusahaan bergerak di bidang kesehatan, pandemi covid-19 juga berimbas ke sektor kesehatan. Investor Relation Mitra Keluarga Aditya Widjaja pun membenarkan hal tersebut.

“Dampak signifikan karena covid-19, kunjungan pasien yang turun signifikan di April dan Mei, yang mana masyarakat cenderung menunda ke rumah sakit,” kata Aditya dalam Public Expose Live2020, Senin (24/8/2020).

Aditya menjelaskan kunjungan pasien mengalami penurunan signifikan seiring juga penurunan suplai dokter selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagian besar dokter mengurangi jam praktik, khususnya dokter-dokter senior yang rentan terhadap infeksi.

Volume rawat inap dan rawat jalan menurun masing masing 11,43 persen dan 19,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Memang dampak secara langsung penurunan trafik ini adalah berimbas secara langsung ke pendapatan kami yang turun di kuartal II tahun ini,” urainya.

Namun sejak Juni 2020, saat pemerintah mulai melakukan relaksasi PSBB, perseroan kembali mencatat peningkatan jumlah pasien. Perusahaan mencatat pada bulan Juni pasien rawat jalan sudah kembali meningkat sekitar 40-50 persen.

“Rawat inap naik sedikit, lebih challenging karena mungkin masih banyak orang yang takut dengan prosedur. Nah ini kami encouragelagi dengan meng-encourage dokternya kembali praktik dengan normal. Harapannya dengan praktek normal, masyarakat tidak takut ke rumah sakit,” tuturnya.

Perusahaan berharap dengan upaya tersebut dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit setelah sebelumnya tergerus akibat covid-19.

“Sehingga Juli-Agustus kita lihat perkembangan yang cukup baik, pertumbuhannya masih cukup stabil 10 persenan di Juli-Agustus dibanding bulan sebelumnya,” pungkasnya. (ro)