13/08/2020

Jadikan yang Terdepan

Kiat UMKM Bertahan di Tengah Pandemi dari Anjani Sekar Arum & Rachel Vennya

Content Creator & Enterpreneur Rachel Vennya (kiri), bersama dengan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 bidang kewirausahaan Anjani Sekar Arum (kanan), dalam webinar yang dilaksanakan oleh Astra & GK|Hebat dengan tema Strategi Pemasaran UMKM Lokal hari ini (27/7) dipandu oleh moderator David Rizal (tengah).

Jakarta, KabarGRESS.com – Pandemi COVID-19 yang melanda negeri sejak awal Maret 2020, membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih harus bersabar. Menata kembali strategi usahanya kini menjadi fokus utama yang banyak dilakukan oleh pelaku UMKM.

Adalah “Si Batik Bantengan” Anjani Sekar Arum, penerima apresiasi SATU Indonesia
Awards 2017 bidang kewirausahaan sekaligus pendiri Sanggar dan Galeri Batik Andaka di Kota Batu, Jawa Timur, yang ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

“Pada akhirnya pandemi ini membuat kami semakin kreatif. Yang tadinya kami ngga mau jualan online karena ngga mau pusing, kini harus berjualan online supaya batik kami bisa bertahan. Karena wisatawan tidak ada dan pemesanan seragam tahun 2020 tidak ada, jadi
kami mencoba berkreasi dan membuat sebuah produk yang masih diminati orang dari bahan batik, salah satunya masker dari kain,” ujar wanita alumni Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Kisah Anjani dalam mempertahankan usahanya di tengah wabah ini juga dirasakan oleh Rachel Vennya, seorang content creator sekaligus entrepreneur berbagai bidang usaha. Keduanya bercerita tentang perjuangan masing-masing dalam webinar yang bertema
“Strategi Pemasaran UMKM Lokal” kolaborasi Astra dan GK|Hebat, akselerator yang membantu para pelaku usaha mikro kecil pada hari ini (27/7).

Bagi Anjani, tidak adanya wisatawan dan terhentinya sejumlah kegiatan besar instansi terkait yang menggunakan jasanya dalam pembuatan souvenir menjadi faktor utama penyebab penurunan penjualannya hingga 80%.

Akhirnya Anjani memanfaatkan penjualan secara daring, berkolaborasi dengan fotografer yang profesinya juga ikut terdampak. Kerjasama dilakukan dengan sistem komisi yang diterima oleh para fotografer dari hasil foto produk batik yang mereka jual ke target pasar masing-masing.

“Jadi para fotografer hanya bemodalkan kemampuan fotografi dan kemudian menjualkan produk. Andaikan harga Rp1 juta, kami memberikan komisi ke mereka sebagai ucapan terima kasih. Terserah mereka asal batiknya laku,” tambah Anjani.

Sementara itu, Rachel bercerita strategi bisnis yang ia jalankan dalam mengatasi lesunya usaha akibat COVID-19. Di tengah kesibukannya pun, Ibu dua anak itu masih sempat mengumpulkan donasi hingga miliaran rupiah bagi sektor medis dan para pedagang yang terkena imbas pandemi.

“Saya tidak menyangka kalau nominal bantuan yang terkumpul cukup besar dalam waktu yang sesingkat ini, karena bantuan teman-teman yang ikut membantu dalam menyediakan alat perlindungan diri buat dokter, perawat dan tenaga medis lainnya tuh bisa positif banget,” ujar Rachel.

Semangat Anjani Sekar Arum dan Rachel Vennya dalam berjuang menebar kebaikan
sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. (ro)