20/01/2021

Jadikan yang Terdepan

ACT Implementasikan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Isolasi Mandiri ODP Covid 19 Surabaya

Surabaya, KabarGRESS.com – Covid-19 masih menjadi momok bagi masyarakat, khususnya Surabaya yang merupakan kota dengan kasus tertinggi di Indonesia. Beberapa masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) ataupun Pasien Dalam Pantauan (PDP) harus melakukan isolasi. Sebagian pasien yang memiliki penyakit bawaan harus diisolasi di rumah sakit, namun tidak jarang pula pasien positif tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dan hal tersebut bukanlah hal mudah, mengingat ketika seseorang harus diisolasi secara mandiri, berarti dia sudah tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan aktivitas di luar rumah, beruntung bagi mereka yang bisa membawa pekerjaan pulang ke rumah, atau biasa kita sebut dengan work from home (WFH), namun tidak sedikit dari pasien yang harus melakukan mengisolasi diri dan tanpa ada penghasilan.

Peduli dengan hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur bergerak untuk mendistribusikan bantuan sembako untuk masyarakat ODP ataupun PDP Covid 19 yang melakukan isolasi mandiri. Beberapa masyarakat yang menerima manfaat adalah warga Putat Jaya. Dalam satu kawasan RT 03 terdapat 2 keluarga dengan total 8 orang yang dinyatakan positif Covid 19, beberapa harus dibawa ke rumah sakit, dan sebagian besar harus melakukan isolasi mandiri lantaran mereka positif tanpa gejala.

Salah satu pasien menyebutkan bahwa keluarganya kemungkinan terpapar Covid 19 akibat tertular dari suami lantaran sang suami bekerja sebagai anggota polisi yang bertugas menjaga perbatasan kota Surabaya yang menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Kemungkinan besar kami sekeluarga tertular dari suami saya yang menjaga pos PSBB,” ujar wanita berinisial Y (37).

“Total sudah lebih dari dua minggu kami isolasi mandiri di rumah, cukup membosankan juga, tapi kami bersyukur lantaran banyak yang peduli kepada kami, dan kami juga bersyukur karena kami melihat di luar sana banyak yang keadaannya yang lebih susah dari kami,” imbuhnya.

“Di rumah total ada 6 orang yang dinyatakan positif yakni ibu, saya, suami, dan ketiga anak saya. Tapi suami saya minggu lalu sudah dinyatakan sembuh dan sekarang untuk sementara pisah rumah dengan kami,” ujarnya.

Selain Y, ada satu keluarga lagi yang dinyatakan positif covid 19. Total terdapat 3 anggota keluarga yang dinyatakan positif, yakni sepasang suami istri dan satu anaknya. Ketiganya mengalami gejala covid 19 setelah pulang dari kumpul keluarga besar saat lebaran. Dan total sudah dua minggu keluarga ini menjalani isolasi mandiri.

Menyusul ada beberapa anggota warganya yang dinyatakan positif covid 19, Ketua RT 03 Putat Jaya, Sarbani (48) memperketat akses masuk ke dalam kampungnya, dan beliau menerapkan kebijakan isolasi mandiri untuk seluruh warga kampungnya.

“Setiap warga dilarang keluar jika tidak terlalu ada kepentingan mendesak, dan akan disemprotkan disinfektan ketika kembali pulang. Selain itu beberapa protokol kesehatan untuk warganya juga kami diterapkan, seperti wajib mengenakan masker, menjaga jarak antar warga, dan rajin mencuci tangan,” urainya.

Menyikapi adanya warganya yang harus diisolasi di rumah secara mandiri, Sarbani menyebutkan jika warganya senantiasa berusaha untuk memberikan dukungan secara moril kepada pasien, seperti mengingatkan untuk berolah raga, dan senantiasa berfikir positif agar proses pemulihan dan penyembuhan bisa lebih cepat.

“Mereka harus senantiasa kita support, seperti kalau pagi kita ingatkan untuk berolahraga. Dan alhamdulillah warga sini tidak ada yang mengucilkan warga yang diisolasi,” timpalnya.

Sarbandi juga menuturkan rasa terimakasihnya kepada pihak ACT yang telah memberikan bantuan pangan kepada warganya yang harus melakukan isolasi mandiri. “Saya selaku perwakilan warga Putat Jaya mengucapkan terimakasih atas bantuan pangan yang diberikan oleh pihak ACT kepada warga kami. Dan insyaaAllah bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi warga kami,” pungkasnya. (ro)