02/06/2020

Jadikan yang Terdepan

Ekspor Jawa Timur April 2020 sebesar USD 1,37 Miliar, atau turun 30,87 persen

Surabaya, KabarGRESS.com – Nilai ekspor Jawa Timur April 2020 mencapai USD 1,37 miliar atau turun sebesar 30,87 persen dibandingkan Maret 2020. Nilai tersebut dibandingkan April 2019 turun sebesar 12,85 persen. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan, di kantornya, Jumat (15/5/2020).

Lebih jauh dikatakan, Ekspor nonmigas April 2020 mencapai USD 1,37 miliar atau turun sebesar 29,39 persen dibandingkan Maret. Nilai tersebut dibandingkan April 2019 turun sebesar 7,28 persen.

“Ekspor migas April 2020 mencapai USD 0,66 juta atau turun sebesar 98,44 persen dibandingkan Maret. Nilai tersebut juga turun sebesar 99,30 persen jika dibandingkan April 2019,” jelasnya.

Golongan barang utama ekspor nonmigas April 2020 adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati sebesar USD 129,77 juta, disusul oleh Kayu dan Barang dari Kayu sebesar USD 114,67 juta serta Ikan dan Udang sebesar USD 98,05 juta.

“Secara kumulatif, selama Januari-April 2020, ekspor yang keluar Jawa Timur sebesar USD 7,14 miliar atau naik 8,32 persen dibandingkan Januari-April 2019, sebesar USD 6,59 miliar,” katanya.

Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-April 2020 adalah Jepang mencapai USD 1.017,57 juta (dengan peranan 14,59 persen) disusul berikutnya ekspor ke Amerika Serikat sebesar USD 862,99 juta atau dengan peranan 12,37 persen, dan ke Singapura sebesar USD 782,88 juta dengan peranan 11,22 persen. Ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mencapai USD 1.579,01 juta atau dengan kontribusi sebesar 22,64 persen, sementara ekspor nonmigas ke Uni Eropa sebesar USD 505,67 juta (7,25 persen).

Nilai Impor Jawa Timur pada bulan April 2020 mencapai USD 1,81 miliar atau naik sebesar 1,15 persen dibandingkan Maret. Angka ini mengalami penurunan sebesar 17,46 persen dibandingkan April 2019.

Impor nonmigas April 2020 mencapai USD 1,64 miliar atau naik 9,96 persen dibandingkan Maret. Nilai impor nonmigas tersebut turun sebesar 6,29 persen dibanding April 2019.

Impor migas April 2020 sebesar USD 168,42 juta atau turun sebesar 43,22 persen dibanding Maret. Dibandingkan April 2019, nilai tersebut turun sebesar 61,81 persen.

Golongan barang utama impor nonmigas bulan April 2020 adalah golongan barang Mesin-mesin/Pesawat mekanik (HS 84) sebesar USD 176,64 juta, berikutnya golongan barang Besi dan Baja (HS 72) senilai USD 131,02 juta dan golongan barang Ampas/Sisa Industri Makanan (HS 23) sebesar USD 129,58 Juta.

Secara kumulatif, selama Januari-April 2020, impor yang masuk ke Jawa Timur sebesar USD 7,24 miliar atau turun sebesar 6,85 persen dibandingkan Januari-April 2019, yakni sebesar USD 7,77 miliar

“Negara asal barang impor nonmigas terbesar selama Januari-April 2020 dari Tiongkok USD 1,55 miliar (26,38 persen), disusul dari Amerika Serikat sebesar USD 445,07 juta (7,55 persen) dan impor dari Thailand sebesar USD 308,52 juta (5,24 persen). Impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN sebesar USD 932,78 juta (15,83 persen), sementara impor nonmigas dari Uni Eropa mencapai USD 507,79 juta (8,62 persen),” pungkasnya. (ro)