11/07/2020

Jadikan yang Terdepan

Komisi D Gelar Hearing dengan PT HM Sampoerna

Surabaya, Kabargress.com – Kasus positif Covid-19 di pabrik rokok PT Sampoerna Jalan Rungkut Surabaya, saat ini kembali bertambah 29 orang. Maka total karyawan PT Sampoerna yang positif Covid-19 mencapai 65 orang.

Sebelumnya dari 500 pekerja di pabrik bidang produksi rokok ini, sudah 34 orang dinyatakan positif corona dan dua lainnya meninggal. Menyikapi hal ini Komisi D DPRD Kota Surabaya melakukan rapat teleconference dengan pihak PT Sampoerna.

Khusnul Khotimah Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan, PT Sampoerna telah melakukan protokol kesehatan sejak sejumlah pekerja dinyatakan positif corona dan dua lainnya meninggal terbukti positif corona.

“Jadi sudah ada langkah-langkah upaya yang sudah dilakukan oleh PT Sampoerna,” kata Khusnul Khotimah, Selasa (5/5/2020).

Khusnul menjelaskan, PT Sampoerna juga membantu bagi karyawan yang dirumahkan, haknya tetap diberikan berupa tunjangan, gaji dan sebagainya.

“Sampoerna juga membantu bagi keluarga yang terpapar covid-19 dan menyiapkan tempat home stay bagi pekerja yang melakukan isolasi mandiri,” terang dia.

Khusnul juga memastikan bahwa produk rokok Sampoerna aman bagi konsumen suka perokok.

“Aman, karena produksi rokok itu juga cukup lama. Dan, sebelum beredar atau didistribusikan sudah melalui standar WHO. Artinya Sampoerna tetap menggaransi bahwa produk yang dilakukan itu sesuai standar WHO,” pungkas dia.

Diwaktu yang sama Mekanisme hubungan external PT Sampoerna Ishak D melalui teleconference menyampaikan, upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di lingkungan PT Sampoena diantaranya, melakukan disinfektasi mandiri secara menyeluruh di fasilitas pabrik.

“Kita juga menerapkan protokol karantina mandiri bagi karyawan yang telah di identifikasi berinteraksi secara langsung dan tidak langsung kepada karyawan yang sakit. ” terangnya.

Lanjutnya, pihaknya juga melakukan rapid test dan PCR bagi karyawan yang melakukan kontak secara langsung dan rapid test bagi karyawan yang tidak kontak langsung dengan karyawan yang sakit.

“Kita pun juga menghentikan produksi di Rungkut 2 sementara waktu sejak 27 April 2020 serta melakukan penyemprotan disinfektan secara total baik di area sekitar Rungkut 2 dibantu oleh gugus tugas Surabaya,” ucap dia.

Saat ditanya Apakah produksi rokok PT Sampoerna ini berbahaya jika dikomsumsi manusia. Ishak mengaku, bahwa pihaknya sudah mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan yaitu karyawan wajib cuci tangan, menggunakan hand sanitizer dan masker.

“Kami selalu berkomitmen untuk memastikan kuwalitas tertinggi merk dan produk di pasaran. Untuk itu kami mengambil langkah-langkah terpenting dalam memastikan produk kami tidak terpapar covid-19,” ungkap dia.

Lanjutnya, pihaknya juga membatasi akses fasilitas-fasilitas produksi hanya kepada karyawan yang berkepentingan.

“Melakukan karantina produk selama 5 hari sebelum pendistribusian. Yaitu karantina lebih lama dari anjuran WHO,” pungkas dia. (Tur/Adv)