27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Pekan QRIS Nasional di Surabaya Berslogan Nggawe QRIS, Rek!

Surabaya, KabarGRESS.com – Bank Indonesia akan menyelenggarakan Pekan QRIS Nasional (PQN) secara serentak pada 9-15 Maret 2020. Untuk event di Surabaya, PQN dilaksanakan dengan mengangkat slogan “Nggawe QRIS, Rek!”

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Jatim, Abrar, mengungkapkan event PQN bertujuan meningkatkan jumlah penggunaan QRIS, baik dari sisi merchant maupun konsumen.

“Selama pekan ini, akan dilaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan onboarding pedagang (merchant) di komunitas milenial, pasar tradisional & modern, tempat ibadah maupun berbagai lokasi lainnya. Bahkan, akan dilakukan launching kantin QRIS di Universitas Ciputra pada tanggal 11 Maret serta launching pasar QRIS di Pasar 17 Agustus Pamekasan pada tanggal 12 Maret,” terang Abrar, Kamis (5/3/2020).

Puncak kegiatan Nggawe QRIS, Rek! akan dilaksanakan pada 15 Maret 2020 pukul 06.00 – 11.00 WIB di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur. “Disini, akan ada berbagai event menarik, seperti talkshow Ngobrol Seru QRIS, pendaftaran QRIS bagi merchant, lomba zumba dengan instrukturnya adalah Laila Munaf, Lomba Guyon QRIS, bazaar dari berbagai tenant menarik dengan tentunya pembayaran menggunakan QRIS, serta artist performance dari salah satu sobat ambyar Guyon Waton,” lanjut Abrar.

Perlu diketahui, Bank Indonesia (BI) terus menggencarkan penggunaan standarisasi pembayaran berbasis kode respon cepat atau QR Code Indonesian Standard (QRIS). Terlebih QRIS sudah resmi diimplementasikan sejak 1 Januari 2020. 

Deputi Kepala Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Imam Subarkah, mengatakan sejak awal 2020 tidak boleh lagi ada penggunaan QR yang tidak sesuai dengan standar QRIS.

“Penerapan QRIS ini bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia Maju,” jelasnya.

Menurut Imam, jika sebelumnya konsumen menemui banyak pilihan QR Code saat melakukan pembayaran, saat ini cukup hanya dengan 1 QRIS saja sudah bisa melayani pembayaran dari semua aplikasi.

“Hal ini tentunya memudahkan baik untuk penjual (merchant) ataupun konsumen. Bagi merchant, tidak perlu mendaftar ke banyak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk memiliki QR. Karena cukup satu QRIS, sudah dapat memfasilitasi semua aplikasi. Bagi konsumen, tentu akan lebih mudah karena cukup install dan punya satu akun dari satu aplikasi, maka bisa scan QRIS dari PJSP lainnya,” urainya. 

Hingga saat ini, yang telah mengadopsi standar pembayaran menggunakan QR code tersebut di seluruh Indonesia mencapai 2,79 juta pelaku usaha atau merchant. Di Jawa Timur, tercatat ada 333.000 merchant dan Surabaya ada 114.000 metchant.

Namun, pelaksanaannya baru bersifat Merchant Presented Mode (MPM). Artinya, penjual (merchant) akan menampilkan QR Code pembayaran untuk di-scan oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.

“Memang untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment dengan model Merchant Presented Mode (MPM) dimana merchant yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk selanjutnya dipindai oleh pembeli,” pungkasnya. (ro)