Budidaya Ikan Cupang untuk Menekan Jentik dan DBD

Sanitarian (Petugas Kesehatan Lingkungan), Maya Santyawati, AMD.KL (kiri), pada kegiatan sosialisasi dan pelatihan budidaya ikan cupang.

Surabaya, KabarGRESS.com – Ide cemerlang dicetuskan Puskesmas Putat Jaya khususnya dalam rangka menekan jentik sehingga diharapkan mampu menangkal wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Yakni dengan pemberdayaan masyarakat lewat Sosialisasi Pengendalian Demam Berdarah dan Pelatihan Masyarakat “Ku Bisa Ternak Ikan Cupang”, bertempat di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, pada 12-13 Januari 2020.

Sanitarian (Petugas Kesehatan Lingkungan), Maya Santyawati, AMD.KL, mengungkapkan pada kegiatan kali ini nara sumber memberikan materi bagaimana cara tepat beternak ikan cupang. “Ada serah terima bantuan untuk setiap RW di Kelurahan Putat Jaya, berupa dua pasang ikan cupang, airator dan toples untuk proses beternak cupang. Semua dari sumbangan Universitas Ciputra (UC) dalam bentuk pengabdian masyarakat,” tandasnya di sela-sela acara.

Disebutkan, sosialisasi pengendalian demam berdarah dan pelatihan masyarakat ini mengambil tajuk KUPANG (Ku Bisa Ternak Cupang), menjadi salah satu inovasi dari sanitarian Puskesmas Putat Jaya dengan tim panitia kecil dari JUS (JUMANTIK SQUAD) dan pokja STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Kelurahan Putat Jaya.

Suasana sosialisasi dan pelatihan budidaya ikan cupang untuk menekan jentik dan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sementara itu, Kepala Puskesmas Putat Jaya, dr. Ayu Ekanita, mengatakan tahun lalu Putat Jaya masuk peringkat ketiga wilayah yang paling banyak terjangkit DBD. “Salah satunya dipicu faktor kepadatan penduduk. Di samping itu, kesadaran sanitasi masih kurang,” tuturnya.

Sedangkan Lurah Putat Jaya, Bryan Ibnu Maskuwaih, menyadari bahaya DBD. Untuk meningkatkan antusiasme warga, pencegahan harus diimbangi pengembangan kesejahteraan. Salah satunya, beternak ikan cupang. Warga diberi modal satu pasang ikan cupang untuk diternak. ’’Dari ini, diharapkan ikan tersebut bisa dibudidayakan warga,’’ ujar Bryan.

Para peserta Sosialisasi Pengendalian Demam Berdarah dan Pelatihan Masyarakat “Ku Bisa Ternak Ikan Cupang”, bertempat di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, pada 12-13 Januari 2020.

Di kesempatan yang sama, Koordinator jumantik Putat Jaya, Lea Sutriyani, menyebutkan ada 60 pasang induk ikan cupang yang dibagikan. Semuanya berkualitas super. Diharapkan, ikan itu mudah bertelur sehingga benihnya bisa dibagikan kepada warga lainnya.

Menurut praktisi ikan cupang, Dani Rangga Farlan, beternak ikan cupang memang cukup susah. Salah sedikit, bisa jadi ikan malah bertarung. Namun, semuanya dapat diatasi dengan beberapa cara. “Misalnya, memisahkan jantan dan betina. Caranya mudah, yakni dilihat dari warna dan ekornya. Cupang betina lebih kecil, ekornya pendek, dan warnanya pudar. Kalau jantan sebaliknya, bentuknya bagus dan ekornya panjang,’’ terang Dani di hadapan peserta sosialisasi dan pelatihan. (ro)

Leave a Reply


*