PKS Tunjuk Lima Kandidat Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Periode 2020

Surabaya, Kabar.Com – Setelah melalui tahapan Pilwali internal, hari ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya melauching 5 kader terbaik PKS di Hotel Singgasana sebagai bakal calon Walikota/Wakil Walikota. Kelima kader yang akan ditawarkan PKS ke warga Surabaya tersebut antara lain, Achmad Zakaria, Ahmad Jabir, Akhmad Suyanto, Reni Astuti, dan Sigit Susiantomo.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Ruang Kahuripan, Hotel Singgasana Surabaya, kelima kader terbaik PKS menyampaikan sedikit program dari program besar jika warga Surabaya merestui diantara kelimanya memimpin Kota Surabaya.

Berikut pernyataan politik dari kelima kader terbaik PKS untuk Pilwali Surabaya ;

Achmad Zakaria,

Dalam keterangannnya politisi yang mengklaim paling muda diantara kelima kandidat mengaku memiliki 7 program unggulan yang akan ditawarkan kepada Warga Surabaya. Namun, sambil bercanda Zakaria mengatakan tidak akan membongkar ketujuh program tersebut. Ia khawatir programnya akan dicontek kompetiternya.

“Kalau bocorkan sekarang malah dicontoh sama kandidat yang lain. Jadi ada 7 program unggulan saya tapi yang saya bocorkan hanya satu, saja. Yang 2 sampai 7 akan saya sampaikan nanti,” ujarnya (5/1/20).

Zakaria lalu mengurai satu program yang yang akan ditawarkan kepada warga Surabaya. Program ini ungkapnya menjaga kenyamanan warga kota Surabaya dari peningkatan APBD.

“Surabaya boleh naik tinggi APBDnya, tetapi ada kalanya diantara kenaikan APBD yang tinggi itu membebani warganya. Misalnya, kenaikan pajak-pajak dan retribusi kepada warga yang sangat memberatkan. Jadi program pertama kita reformasi perpajakan dan retribusi,” ulasnya.

Ahmad Jabir,

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Jabir mengungkap kenapa dirinya mau dimasukkan ke list bakal calon Walikota Surabaya dari PKS. Padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah mau untuk dicalonkan.

“Tapi di periode ini ketika kemudian kader dan struktur meminta saya untuk masuk diantara nama yang dicalonkan, saya mau. Karena sebuah alasan dan keyakinan,” ujarnya.

Apa itu? Jabir lalu menuturkan, sejak pemerintah Bambang DH hingga ke Tri Rismaharini dirinya menemukan satu fakta. Fakta itu adalah pemilih warga Surabaya sangat rasional, cerdas.

“Dan ini dibuktikan ketika Bu Risma maju dan terpilih bukan karena kebesaran partai yang mengusung karena waktu itu Bu Risma tidak mau dipakai embel-embel nama partai. Artinya apa? Ini fakta bahwa masyarakat Surabaya sangat rasional. Dan saat inilah kita sodorkan para calon yang bisa dipilih sebagai alternatif oleh orang-orang Surabaya,” jelasnya.

Berikutnya ungkap Jabir, misi utamanya sebagai bakal calon walikota Surabaya dari PKS adalah mensejahterakan atau meningkatkan kesejahteraan warga Surabaya. “Itu saja. Nggak ada artinya nyaman ketika masyarakat tidak sejahtera,” pungkasnya.

Sigit Susiantomo,

Anggota DPR RI ini berjanji akan fokus pada struktur anggaran APBD, dimana penggunaannya terlihat tidak seimbang. Pertama silpanya gede, lalu bagaimana kalau serapannya gede, sayang. Silpa kota Surabaya Rp 1,2 Triliun. “Mungkin saya bisa memperbaiki kalau saya jadi walikota. Insyaallah saya bisa memperbaiki,” tukas Sigit.

Kedua, adalah belanja modal dan belanja barang. Dalam hal tersebut, Sigit melihat belanja barang lebih besar dari belanja modal. “Belanja modal cuma Rp 3 trilliun sedangkan belanja barang dan jasa Rp 4,5 Trilliun, saya kira ini tidak fair. Harus lebih besar belanja modal daripada belanja barang dan jasa,” ungkapnya.

Akhmad Suyanto,

Pria Madas (Madura Asli) ini menyampaikan, salah satu program unggulannnya masalah Kemakmuran. “Program saya secara konsep membangun ekonomi di kota bertuah ini dengan kemandirian rakyatnya dan menginspirasi kota-kota lain di dunia. Cukup itu saja,” pungkasnya.

Reni Astuti,

Wakil ketua DPRD Yos Sudarso Kota Surabaya ini dan satu-satunya perempuan dari bakal calon Walikota Surabaya dari PKS lebih dulu meminta izin kepada suaminya. “Sebelum saya menyampaikan, mungkin saya pertama-pertama mau mohon izin restu kepada suami saya yang saya cintai. Beliau Rusli Efendi asli Arek Suroboyo,” tukasnya.

Menurutnya, salah saru program unggulan yang akan ditawarkan kepada warga Surabaya adalah Better (lebih baik). “Jadi ada Good, ada Better, ada Best,” ucapnya.

Kenapa memilih better? Perempuan berjilbab yang mulai menjadi bahan diskusi warga Surabaya karena namanya masuk bursa Pilwali tahun ini memiliki keinginan akan menjadikan kota Surabaya lebih baik dari sebelumnya.

“Mungkin kalau dulu obama punya change saya punya better. Bahwa Surabaya bisa lebih baik. Itu mungkin yang menjadi visi ke depan. Kenapa better kenapa bukan best? Surabaya saat ini terbaik dan ketika nanti dipegang PKS mohon doanya moga-moga kita bisa lebih Baik,” jelasnya. (Tur)

Leave a Reply


*