OPTIMALISASI IKAN PERAIRAN UMUM

Tulungagung, KabarGress.com – Pengairan umum daratan memegang peranan penting dalam gerak roda perekonomian perikanan di Kabupaten Tulungagung, karena perairan tersebut menghasilkan komoditas2 perikanan yang bernilai ekonomi tinggi dan disukai banyak masyarakat namun, perairan umum daratan yang terabaikan akan berdampak pada penurunan potensi luasnya, keanekaragaman jenis komoditas, produksi ikan dan beberapa fungsi lainnya. terdapat berbagai tantangan dalam pengelolaan perairan umum daratan, mulai dari aspek sumberdaya alam dan lingkungan, upaya menjaga kelestarian dan keberlanjutan ekosistem menjadi salah satu tantangan penting dalam pengembangan serta pembangunan perikanan di Dinas Perikanan Tulungagung. Adapun beberapa langkah dan upaya yang telah dilaksanakan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung dalam rangka pengelolaan sumberdaya ikan khususnya perairan umum daratan selama tahun 2019 yaitu :
Memasyarakatkan penggunaan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan melalui pelaksaan sosialisasi kepada nelayan perikanan tangkap laut dan PUD ,penyebaran leaflet, brosur dan poster.
Penebaran benih ikan/restocking perairan umum daratan/PUD sebanyak 792.000 ekor benih ikan dengan mengambil lokasi pucung lor, winong , campurdarat, tanggul kundung, banyu urip, karangrejo, nglurup, tugu, rejotangan, bandung.
Penangkapan masal ikan red devil di waduk wonoreo bersama masyarakat nelayan sekitar waduk kurang lebih 100 orang dengan hasil tangkapan +/- 2 kwintal ikan.
Penyusunan naskah akademik dan ranperda terkait rencana pengelolaan perikanan perairan umum daratan yang bekerasama dengan Universitas Brawiaya.
Study lapang pengelolaan perairan umum daratan berbasis Co-manajemen di probolinggo dan Blitar.
Mengingat wilayah perikanan kabupaten Tulungagung yang cukup luas , mulai dari perikanan tangkap laut yang membentang +/-61km sepanang garis pantai pesisisr selatan Kabupaten Tulungagung serta Perairan Umum Daratan (PUD) yang meliputi waduk, cek dam, DAS, rawa, genangan dan sungai sumberdaya ikan pada perairan tersebut, untuk itu kedepan dukungan anggaran dan tenaga serta peran stakeholder secara tersinergi sangan diperlukan dalam rangka pengelolaan sumberdaya ikan di Kabupaten Tulungagung yang berorientasi pada keberlanjutan stok SDI dan kelestarian ekosistem.
Pelaksanaan kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan tahun 2019 telah mampu mengcover beberapa kebutuhan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem di peraiaran Kabupaten Tulungagung, namun kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan secara parsial saja tetapi harus keberlanjutan karena pelaksanaan kegiatan di tahun2 yang akan datang berpengaruh besar terhadap outcome pelaksanaan kegiatan saat ini mengingat aktifitas ekonomi dalam rangka pengelolaan SDI di Kabupaten Tulungagung terus dilakukan.( ko)

Leave a Reply


*